Cara Asyik Anak Muda Kelola Keuangan

Minggu 01 April 2012 08:45 WIB
https: img.okezone.com content 2012 03 31 457 603398 ack1ZBkv5F.jpg Ilustrasi.

JAKARTA - Seseorang yang masih lajang, bersenang-senang dan menyalurkan hobi merupakan kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari rutinitas harian yang padat dengan segudang pekerjaan dan kegiatan.

Dengan kegiatan tersebut, selain mencerahkan pikiran, tentu juga akan menambah banyak relasi. Tapi kesenangan tersebut kadang membuat kita lupa diri, dan jika tidak dihitung dengan cermat, ada kemungkinan seluruh penghasilan kita akan menguap begitu saja.

Managing Partner Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini Sutikno memaparkan menjadi anak muda haruslah berpikir out of the box yang artinya harus sesuai dengan kebutuhan dalam menghitung pengeluaran, mengupayakan konsisten, dan yang terpenting masih bisa mengalokasikan sejumlah tertentu.

"Harusnya seorang lajang itu lebih optimal dalam mengelola keuangan. Untuk anak muda, prioritaskan kebutuhan dasar. Minimal 30 persen dari penghasilan kita bisa ditabung," katanya kepada okezone akhir minggu ini.

Mike juga menuturkan, menabung sangat penting sebagai upaya dalam mempersiapkan kehidupan yang akan datang. Kehidupan yang dimaksudkan adalah setiap orang pastinya akan membina sebuah keluarga. Menurutnya, membiasakan diri untuk menabung sejak dini akan mempermudah dalam mengatur kehidupan di masa mendatang.

"Kalau dari muda kita tidak membiasakan diri menabung minimal 30 persen dari penghasilan, begitu menikah nanti akan berat, kita nanti cenderung jauh tidak mampu lagi," katanya.

Lalu apa bedanya investasi dan menabung? Saat ini, banyak sekali cara untuk menyisihkan sebagian penghasilan kita sebagai simpanan. Ternyata menabung dan investasi itu berbeda. Mike menyarankan, seseorang hendaknya terlebih dahulu menabung sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

"Anda terlebih dahulu harus menabung sebelum berinvestasi, karena kita semua punya prioritas. Jangan berbicara investasi kalau tidak punya tabungan," terangnya.

Seperti contoh, dituturkannya, menabung dalam bentuk emas setiap bulan. Tabungan dalam bentuk emas tersebut misalnya baru akan digunakan tiga tahun mendatang untuk membeli sebuah rumah. Emas yang disimpan tersebut merupakan bentuk tabungan, sedangkan rumah tersebut sudah menjadi investasi. (nia)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini