Suspensi

Senin 02 April 2012 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 02 226 603871 VE4iwtVpmy.jpg Ilustrasi. (Foto: okezone)

SUSPENSI berarti penghentian aktivitas perdagangan saham secara sementara. Suspensi bisa dilakukan terhadap saham yang diperdagangkan di pasar, terhadap kegiatan transaksi investor, atau terhadap kegiatan perdagangan oleh Perusahaan Efek Anggota Bursa (PE AB). Suspensi dilakukan oleh otoritas pasar -yakni Bursa Efek Indonesia (BEI)- yang bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap investor.

Kebijakan suspensi bisa dibilang merupakan sikap yang tidak populer, baik dari kacamata investor, broker, ataupun emiten. Pihak otoritas atau BEI sebenarnya juga tidak menyukai kebijakan itu karena sangat memahami efeknya terhadap pelaku pasar dan emiten. Dari sisi potensi pendapatan, pihak otoritas juga kehilangan potensi pendapatan akibat kebijakan itu. Tapi apa mau dikata, kebijakan itu harus ditempuh untuk kepentingan yang lebih besar bagi industri.

Banyak faktor yang membuat otoritas pasar modal mengambil tindakan suspensi. Penghentian terhadap perdagangan saham misalnya, bisa disebabkan oleh gerakan harga yang sangat fluktuatif, kenaikan yang tidak terkira dan fantastis dalam kurun waktu hanya beberapa hari tanpa didukung oleh informasi material yang valid, adanya dugaan manipulasi pasar, atau karena adanya kejadian penting di dalam perusahaan. Penanganan suspensi terhadap saham tergantung pada sikap emiten. Jika emiten dianggap tanggap dan cepat dalam memberikan klarifikasi serta informasi yang benar, maka suspensi akan segera dibuka.

Meski begitu, bisa juga suspensi terhadap perdagangan suatu saham dilakukan atas permintaan emiten itu sendiri. Untuk yang satu ini, tidak setiap permintaan suspensi dikabulkan. Harus ada alasan yang kuat dan logis atas permintaan suspensi yang disampaikan oleh emiten.

Bagaimana jika suspensi dilakukan terhadap kegiatan perdagangan PE AB? Suspensi yang dilakukan oleh BEI terhadap aktivitas PE AB selalu dilandasi oleh satu alasan kuat yang mengacu pada peraturan di pasar modal. Langkah suspensi terhadap PE AB dilakukan jika ada temuan yang bersifat material atas audit atau pemeriksaan yang dilakukan oleh satuan pemeriksa atau komite audit BEI terhadap AB.

Temuan itu misalnya, adakah prosedur pengelolaan rekening efek nasabah yang dilanggar, apakah nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) dari AB masih sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), dan lainnya. Tindakan suspensi yang dilakukan oleh BEI pasti didasari oleh argumentasi yang kuat, karena ini menyangkut kelangsungan hidup PE AB dan juga aktivitas investor di bursa. Jika PE AB disuspensi terlalu lama, maka bisa dipastikan tindakan tersebut akan mempengaruhi operasional perusahaan.

Setiap tindakan suspensi terhadap kegiatan PE AB efeknya sangat dirasakan oleh investor atau nasabah. Apalagi bagi pemodal yang hanya memiliki rekening efek di PE AB tersebut. Dengan tidak diperbolehkannya PE AB untuk melakukan transaksi, maka otomatis investor juga tidak bisa melakukan aktivitas jual beli. Jika investor membutuhkan dana yang dimilikinya, maka ia tidak bisa segera menjualnya di pasar. Selain itu, jika investor ingin membeli saham lain, ia tidak bisa melakukan transaksi karena brokernya sedang di-suspensi. Inilah dampak dari kebijakan suspensi bagi investor.

Namun, jangan salah. Tindakan suspensi ini sebenarnya merupakan bagian dari bentuk perlindungan kepada investor. Sebab, yang paling merasakan dampak dari tindakan suspensi terhadap PE AB adalah PE AB itu sendiri. PE AB tidak bisa melakukan kegiatan bisnisnya sehingga tidak menerima pendapatan dari jasa transaksi efek. Jika hal ini berlarut-larut, tentu akan berakibat fatal bagi PE AB yang bersangkutan.

Dengan adanya sanksi suspensi, diharapkan ada efek jera pada PE AB yang bersangkutan sehingga ia akan lebih berhati-hati dalam mengelola perusahaan ke depan dan tidak mengulangi kesalahan sehingga kegiatan operasional PE AB berada di jalur yang benar (on the right track). Pada akhirnya, jika PE AB mengemudikan perusahaannya dengan benar, investor pasti akan merasa lebih aman dan nyaman dalam menggunakan jasa PE AB tersebut.

Berapa lama suspensi dilakukan juga menjadi permasalahan tersendiri. Lama tidaknya suspensi sangat bergantung pada berat tidaknya bentuk pelanggaran prosedur yang dilakukan oleh PE AB. Pada dasarnya, BEI akan mencabut sanksi suspensi jika PE AB telah berbenah diri, menata kembali kegiatan operasionalnya sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Jika suspensi semata-mata dikarenakan kurangnya nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) misalnya, maka PE AB hanya perlu menyuntikkan dana pada MKBD-nya supaya suspensi dibuka sehingga kegiatan operasional dan transaksi tidak berhenti terlalu lama. Tapi, jika suspensi itu dijatuhkan akibat kesalahan fatal yang cukup berat, maka untuk membenahinya dibutuhkan waktu yang lebih panjang.

Belajar dari pengalaman ini, akan lebih baik jika nasabah memiliki rekening efek tidak hanya di satu PE AB karena diversifikasi rekening efek dapat menjadi langkah antisipasi investor jika PE AB yang lain sedang bermasalah. (Tim BEI)

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini