Share

Imbas Krisis, Euro Kembali Tertekan

Yuni Astutik, Jurnalis · Jum'at 06 April 2012 15:11 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 06 213 606895 MO9TsP0PTn.jpg Foto: Reuters

JAKARTA - Mata uang euro kembali tertekan imbas dari tekanan akan krisis yang terjadi di zona Eropa.

Dalam laporan Monexnews yang diterima okezone, Jumat (6/4/2012), kekhawatiran terhadap tingginya beban utang Spanyol semakin melukai Euro pada Kamis waktu setempat, sehingga menenggelamkan mata uang tunggal ke level terendah selama tiga minggu versus dolar Amerika Serikat (AS) dan memaksa Swiss National Bank untuk bertindak meredam laju penguatan Franc yang telah menembus batas nilai tukar terhadap Euro.

"Kenaikan yield Spanyol yang terjadi menyusul hasil lelang mengecewakan pada Rabu telah semakin membuat para investor ragu akan kemampuan pemerintah dalam mencapai target anggaran, yang berisiko memicu kembali eskalasi krisis utang zona Euro," ungkap laporan tersebut.

Kepala analis pasar pada Worldwide Markets di Woodcliff Lake, New Jersey, Trevisani juga menyebutkan selain hal tersebut di atas, buruknya angka dari Jerman dan Inggris juga turut menghadirkan tekanan bagi Euro. Hal ini mungkin akan mendesak European Central Bank (ECB) bertindak mendukung perekonomian, yang dalam hal ini berarti lebih banyak operasi likuiditas.

Berlanjutnya aksi jual juga sempat menekan euro hingga menembus level 1.20 per Franc, batas yang ditetapkan SNB pada September 2011. Beberapa trader berpendapat jika tekad kuat SNB masih akan membuat investor waspada dalam menguji level tersebut, meskipun berlanjutnya kekhawatiran zona euro mungkin akan memaksa bank sentral untuk melakukan intervensi pada akhirnya. (nia)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini