Ingin Go Internasional, Depok benahi industri kreatif

Marieska Virdhani (Okezone), Jurnalis · Sabtu 28 April 2012 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 28 450 620292 Y54iYPi2ST.jpg illustrasi foto doc koran sindo

Sindonews.com - Pemerintah Kota Depok mengandalkan 14 macam industri kreatif agar bisa terus bersaing dengan industri dalam negeri lainnya. Salah satunya yakni di bidang kuliner, wisata, serta kreasi seni dan budaya.

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengklaim bahwa perkembangan industri kreatif sangat prospektif jika dilihat dari faktor geografisnya. “Karena memang disini dekat dengan pusat perekonomian yakni ibukota Jakarta, maupun pusat keramaian lain, ada 14 jenis kuliner dan wisata, masalah kreasi seni dan budaya-nya,” tegasnya kepada wartawan, Sabtu (28/4/2012).

Depok sendiri memiliki ikon belimbing dewa sebagai andalan. Puluhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) juga memilih belimbing untuk menjadi bahan olahan seperti dodol, sirup, jus, dan kurma. Sedangkan untuk produk kreatif, Depok mempunyai seni kreasi batik dan curug gentong, serta pot batik yang merupakan oleh-oleh asli Depok.

Ia pun berniat agar industri kreatif Depok dapat merambah ke pasar internasional. “Yang penting sekarang kuliner tertib dulu itu yang dikembangkan, perbaiki IT atau teknologinya, supaya pemasaran dan perkembangan akan lebih baik kedepannya, baru kita bicara pasar internasional," ungkapnya

Kadisperindag Kota Depok, Farah Mulyati mengatakan pihaknya baru saja menggelar festival kuliner yang diikuti 38 peserta. Tujuannya, kata dia, adalah untuk memfasilitasi dan untuk memasarkan produk, sebagai media komunikasi antara penjual dan pembeli.

“Media promosi penjualan, membuka peluang business, Senin (30/04) juga ada lomba membuat menu pengganti nasi yang diikuti peserta pameran. Lomba masakan one day no rice yang berbasis produk lokal,” tuturnya. (ank)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini