Produksi manufaktur Jabar merosot

(koran Sindo), Jurnalis · Kamis 03 Mei 2012 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2012 05 03 450 622970 RTieAEf87s.jpg ilustrasi Foto: Tangguh Putra/Okezone

Sindonews.com – Produksi industri manufaktur besar, sedang, mikro, dan kecil di Jawa Barat selama triwulan I/2012 turun berkisar 1-2 persen.

Salah satu penurunan terbesar terjadi pada industri pakaian jadi dari industri tekstil dan produk tekstil (TPT) sebesar minus 15,14 persen. Padahal, industri TPT menjadi andalan Jabar untuk kebutuhan pasar dalam negeri dan ekspor. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Lukman Ismail mengatakan, produksi industri manufaktur besar dan sedang di Jabar selama triwulan I/2012 turun minus 1,53 persen dari triwulan IV/2011 sebesar 0,59 persen.

“Penurunan terbesar terjadi pada industri galian bukan logam dengan penurunan mencapai minus 71,49 persen dan industri pakaian jadi turun minus 15,14 persen,”jelas Lukman di Jalan PHH Mustopa, Kota Bandung, belum lama ini.

Sektor lain yang juga mengalami penurunan produksi yaitu industri kertas dan barang dari kertas minus 9,20 persen, industri pengolahan lainnya minus 9,74 persen. Dari beberapa sektor yang mengalami penurunan, sektor furnitur tumbuh 4,02 persen dari triwulan VI/2011 sebesar 1,58 persen dan sektor industri kendaraan bermotor naik 0,27 persen dari triwulan I/2011 sebesar minus 11,40 persen.

Beberapa industri yang mengalami penurunan cukup besar yaitu industri mesin dan perlengkapan yaitu minus 10,66 persen, industri logam dasar minus 6,44 persen, industri pakaian jadi minus 1,72 persen, industri kayu, barang kayu dan turunannya,bambu,rotan,dan lainnya sebesar minus 4,48 persen.

Yang menarik, industri furnitur mikro dan kecil justru turun sebesar minus 7,45 persen berbeda dengan industri furnitur besar dan sedang yang tumbuh signifikan. Menurut Kepala Bidang Statistik Produksi BPS Jabar Ruslan, penurunan produksi manufaktur di Jabar disebabkan beberapa hal, salah satunya ketidakpastian pemerintah soal kebijakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

(and)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini