Kedelai mahal, pengusaha tahu-tempe mogok produksi

Amba Dini Sekarningrum (Okezone), Jurnalis · Kamis 10 Mei 2012 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2012 05 10 450 627481 Ed1FbZPfhY.jpg illustrasi

Sindonews.com - Kenaikan harga kedelai yang melambung tinggi dari Rp5500 menjadi Rp7000 perkilo-nya membuat pengusaha tahu dan tempe banyak yang gulung tikar. Menyikapi kenaikan ini, Himpunan Pengrajin Tahu-Tempe Indonesia (Hipertindo) mengajak seluruh pengrajin se-Jabodetabek melakukan aksi mogok produksi tahu dan tempe.

"Kita akan melakukan mogok produksi sejak hari ini, Kamis (10/5/2012) hingga Sabtu (12/5/2012). Kenaikan harga kedelai membuat produksi tahu tempe lesu, pengusaha bahkan setiap harinya dipastikan merugi hingga Rp600 ribu dari produksi 2000 kg nya," kata Ketua Hipertindo, Kamis (10/5/2012).

Naiknya harga kedelai di pasaran, disinyalir akibat dari isu rencana kenaikan BBM sehingga memicu harga kedelai yang membebani pengusaha tahu tempe. Sedangkan pengusaha tetap tidak bisa menaikkan harga di pasaran.

"Kenaikan Rp200 saja sudah menyulitkan produksi, apalagi ini naiknya sangat tinggi, dengan aksi ini kami harap pemerintah dapat melakukan tindakan sehingga tidak makin banyak pengusaha tahu tempe guling tikar, dan segera menstabilkan harga kedelai di pasaran," tegasnya.

Sekjen Hipertindo, Johanda Fadil mengatakan hingga saat ini jumlah pengusaha tahu tempe se-Jabodetabek berjumlah 15 ribu, sedangkan yang ada di Kota Tangerang saja mencapai 2500 pengusaha. "Tiga hari, Jabodetabek tanpa tahu tempe," ucapnya lagi. (ank)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini