Image

Hatta: Kerjasama Bisnis Pembelian Sukhoi B to B

Wahyudi Siregar, Jurnalis · Jum'at 11 Mei 2012, 17:09 WIB
https img okeinfo net content 2012 05 11 320 628126 KXAMYlUPcf jpg Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Foto: Heru Haryono/okezone

MEDAN - Kerjasama pembelian pesawat sukhoi yang sudah dilakukan sejumlah perusahaan di Indonesia merupakan kerjasama bussiness to bussiness (b to b).

"Kerjasama yang ada sekarang b to b. Jadi antara negaranya tak harus terganggu. Begitupun kita akan evaluasi, tapi tak harus merugikan kedua belah pihak," ungkap Menko Perekonomian Hatta Rajasa, di Medan, Jumat (11/5/2012).

Hatta mengakui bila kerjasama bisnis tersebut tidak bisa dicampuri pemerintah. Sedangkan kerjasama antara negara tentunya tak harus terganggu dengan kejadian ini.

"Jika pun nanti ada evaluasi, dipastikan tak akan merugikan Indonesia maupun Rusia," jelasnya singkat.

Maka dari itu, Hatta seluruh pihak menahan diri dan tidak berspekulasi terkait jalinan kerjasama pemerintah Indonesia dan Rusia, pasca jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di pengunangan Salak Jawa Barat.

Pemerintah, menurut Hatta, saat ini masih menunggu hasil investigasi secara menyeluruh terhadap penyebab terjadinya pesawat, sebelum mengambil keputusan.

"Saya belum mau berkomentar soal itu, karena sekarang Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang melakukan investigasi terhadap jatuhnya pesawat," katanya.

Di sisi lain, masyarakat dan media diminta tidak mengaitkan maupun mengarahkan jatuhnya pesawat ini dengan masalah kerjasama antarpemerintah yang selama ini sudah berjalan cukup baik.

Meski saat ini sudah ada keputusan terkait kerjasama penanganan korban serta investigasi penyebab jatuhnya pesawat, namun untuk kerjasama yang lain masih pikirkan.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini