HT bangun kesadaran berwirausaha kaum muda

(Okezone), Jurnalis · Minggu 27 Mei 2012 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2012 05 27 450 636333 7Pm3qyMzDA.jpg illustrasi Foto: okezone

Sindonews.com - Menjadi wirausaha atau usahawan tidak cukup hanya berbekal tekad dan keinginan kuat. Selain harus mempunyai visi yang jelas, seorang wirausaha juga dituntut fokus terhadap karier yang sedang digelutinya.

Ketua Dewan Pakar DPP Partai NasDem Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan hadirnya wirausaha muda dalam konteks perkembangan ekonomi Indonesia saat ini sangat penting, khususnya para mahasiswa. Melalui profesi tersebut, nantinya mereka setelah meninggalkan bangku kuliah diharapkan bisa menjadi mandiri.

"Mendidik generasi muda itu sangat penting agar setelah lulus kuliah bisa mandiri," ungkap HT pada workshop pengembangan kewirausahaan yang digelar Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), di Jakarta, kemarin.

Menurut HT, setidaknya ada dua jalur karier yang akan ditempuh pascalulus kuliah, di antaranya menjadi pengusaha dan sebagai karyawan. "Terlepas apa pun pilihannya, ketika menjadi seorang pengusaha, maka jadilah pengusaha yang berhasil. Begitu juga ketika memilih meniti karier sebagai seorang karyawan," ujarnya.

Lebih jauh HT menjelaskan, selama ini kader HMI cenderung berkarier di dunia politik. Ribuan alumninya telah berkiprah di berbagai partai politik. Namun, belakangan HMI juga mulai berpikir bagaimana menciptakan kader-kader yang bisa mandiri dalam aspek ekonomi.

Karena itu, dalam kesempatan tersebut dia mengaku ingin berbagi pengalaman yang dimilikinya sejak pertama kali memulai usaha hingga sekarang. Melalui berbagi pengalaman tersebut diharapkan kader HMI termotivasi saat memulai berkarier di dunia usaha.

"Saya sharing dengan kader HMI bagaimana saya memulai bisnis sejak awal hingga kini. Jadi sifatnya memberi motivasi kepada kader-kader HMI," jelasnya.

HT menegaskan bahwa kehadiran wirausaha sangat penting dalam konteks perkembangan ekonomi Indonesia belakangan ini, sebab kekuatan politik setiap negara terletak pada sektor ekonomi. Dia mencontohkan China yang saat ini menjadi negara yang kuat dalam percaturan politik dunia.

Kemampuan China dalam peta politik internasional tidak terlepas dari kekuatan ekonomi dan modal yang dimilikinya. Bahkan, China mampu memberikan pinjaman kepada Amerika sekira USD1,1 triliun. "China kuat karena perkembangan ekonominya yang cukup pesat," paparnya.

Dia menyebutkan, saat ini pinjaman utang Amerika mencapai USD14 triliun-USD15 triliun, sekira USD1,1 triliun hasil pinjaman dari China. Sementara USD900 miliar dipinjam dari Jepang.

Bermodalkan kekuatan ekonomi dan modal besar saat ini, China mampu memainkan peta politik yang cukup diperhitungkan di kancah internasional. Karena itu, jika Indonesia ingin memainkan peran penting di dunia internasional, ekonominya harus kuat. "Itulah kenapa China mampu memainkan peran penting di dunia internasional," bebernya.

Menurut dia, kekuatan ekonomi nasional akan membantu peranan Indonesia di kancah politik internasional. Meski politik dan ekonomi adalah dua aspek berbeda, keduanya tidak bisa berdiri sendiri sehingga politik dan ekonomi harus berjalan beriringan.

Sebab, politik yang stabil akan menciptakan iklim ekonomi yang baik, rasa nyaman, serta adanya kepastian dalam berusaha. "Kondisi tersebut akan berdampak positif bagi iklim usaha," tandasnya.

HT menambahkan, perkembangan bisnis yang baik harus dilandasi dengan politik yang baik pula. Pertumbuhan ekonomi saat ini terus dioptimalkan dan pihaknya meyakini akan terus tumbuh hingga mencapai sembilan persen.

Apalagi jika sumber daya alamnya yang ada diberdayakan secara maksimal, infrastruktur dibangun, korupsi ditekan, basis pajak diperluas, pendidikan formal dan nonformal ditingkatkan. "Jadi banyak yang masih bisa dioptimalkan. Tapi, saat ini ekonomi kita sudah tumbuh di atas enam persen. Itu harus disyukuri," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Noer Fajriansyah mengatakan, sebagai organisasi yang berbasis kemahasiswaan, sudah saatnya HMI mulai membangun kesadaran kewirausahaan di kalangan kaum muda, khususnya mahasiswa.

Meski usaha tidak mengenal batasan usia, dia menganggap akan lebih baik jika memulai usaha sejak usia muda. "Memulai usaha itu memang tidak ada kata terlambat, tapi sebaiknya itu harus dimulai sejak usia muda," kata Fajri.

Menurut dia, pentingnya menanamkan kesadaran wirausaha sejak usia muda bukan tanpa alasan. Selain memiliki kesempatan luas mengembangkan usahanya, memulai usaha sejak masih muda dapat menumbuhkan sikap mandiri.

Workshop membangun usaha di kalangan mahasiswa dan pemuda yang digelar selama tiga hari ini melibatkan sekira 160 peserta perwakilan dari seluruh daerah,mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi. Sebagian besar peserta yang hadir terdiri atas pimpinan organisasi mahasiswa di tingkat HMI cabang. (ank)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini