Kota deflasi, pedesaan di Aceh justru inflasi

Salman Mardira (Okezone), Jurnalis · Jum'at 01 Juni 2012 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 01 452 639908 C6jvDdnrzU.jpg ilustrasi Foto: Corbis

Sindonews.com – Wilayah Pedesaan di Provinsi Aceh mengalami inflasi 0,31 persen pada Mei 2012, akibat naiknya sejumlah harga barang dan jasa. Angka inflasi ini bahkan termasuk dalam katagori relatif tinggi di Sumatera setelah Sumatera Utara.

Kondisi ini berbeda dengan yang terjadi di perkotaan, dimana pada bulan yang sama, kota-kota di provinsi berjuluk Serambi Mekkah itu justru mengalami deflasi. Bahkan secara agregat Aceh diklaim dilanda deflasi 0,72 persen pada Mei 2012.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Syeh Suhaimi mengatakan, inflasi di pedesaan umumnya disebabkan naiknya harga pada kelompok transportasi, komunikasi, bahan makanan, perumahan, pendidikan, rekreasi, olahraga dan makanan jadi.

“Masing-masing naik sebesar 0,58 persen, 0,40 persen, 0,23 persen, 0,20 persen dan 0,19 persen,” kata dia dalam konferensi pers di Banda Aceh, Jumat (1/6/2012).

Menurut Suhaimi, pada bulan lalu, indeks konsumsi rumah tangga (IKRT) pedesaan Aceh naik dari 133,99 pada April 2012 menjadi 134,40 pada Mei. Perubahan ini menyebabkan desa-desa mengalami inflasi.

Inflasi pedesaan Aceh tercatat relatif tinggi dibanding sembilan provinsi lain di Sumatera. Inflasi tertinggi melanda pedesaan di Sumatera Utara sebesar 0,56 persen kemudian diikuti Bangka Belitung dan Aceh masing-masing 0,34 dan 0,31 persen.

 

(and)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini