Penyaluran 1.000 kapal 30 GT dievaluasi

Maikel Jefriando, Jurnalis · Senin 18 Juni 2012 12:59 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 18 450 649105 4Iphk3RYCG.jpg Ilustrasi

Sindonews.com - Penyaluran 1.000 kapal jenis 30 GT yang sudah dijalankan Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak beberapa waktu lalu, saat ini sedang dilakukan evaluasi.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengatakan, saat ini sudah 150 kapal total yang disalurkan dan ditemukan beberapa kendala. Diantaranya adalah kondisi nelayan dan daerah yang tidak cocok dengan jenis kapal tersebut.

"Ada yang memang tidak cocok. Antara lain kita memberikan 30 GT di daerah timur, seperti Halmahera maupun Papua, mereka itu tidak memerlukan, karena hanya melaut lima sampai paling jauh 10 mill, mereka sudah bisa dapat ikan. Kalau mereka pakai 30 GT, operational cost-nya tinggi. Makanya mereka banyak yang tidak mau pakai," ujar Cicip saat ditemui di kantornya, Senin (18/6/2012).

Selain itu, lanjut Cicip, nelayan di daerah timur cukup terkendala pada peralatan yang canggih. Menurutnya, nelayan tersebut sulit memahami alat-alat seperti kompas otomatis, fish finder, dan yang lainnya. Sehingga dibutuhkan sosialisasi yang lebih untuk hal itu.

Hal tersebut, menurutnya, cukup berbeda dengan nelayan di Pulau Jawa. Para nelayan di Pulau Jawa menurut Cicip sangat membutuhkan kapal jenis 30 GT yang memiliki peralatan sesuai lokasinya.

"Kalau nelayan bagian Jawa, terutama di Pantura, mereka memerlukan sekali 30 GT. Itu penting karena memang melautnya puluhan bahkan ratusan mill dari pulau Jawa-nya. Misalnya di pulau Natuna, kepulauan laut Hindia, karena di laut Jawa sudah banyak lumpur dan kotor sehingga ikan tidak banyak lagi di laut Jawa. Sehingga mereka yang paling membutuhkan mungkin nelayan-nelayan yang di bagian timur," pungkasnya. (bro)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini