Konsumsi sedikit, RI tak perlu impor ikan

Maikel Jefriando, Jurnalis · Senin 18 Juni 2012 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 18 450 649120 PXbz39GPsr.jpg ilustrasi Foto: Okezone

Sindonews.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo membantah jika dikatakan saat ini Indonesia melakukan impor ikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena, produksi ikan saat ini sudah melebihi kebutuhan konsumsi.

"Kita ini 5,5 juta ton ikan yang ditangkap, ditambah 3,5 juta ton dari budidaya. Kurang lebih jadi sembilan juta ton," ujar Cicip saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (18/6/2012).

Dia menambahkan, konsumsi ikan masyarakat selama ini setiap tahunnya hanya sebesar 31 kg per kapita. Jadi, ketika dikatakan ikan yang dikonsumsi masih berasal dari impor, merupakan sebuah kesalahan.

"Kalau kita bicara 31 kg/kapita itu dikalikan. Produksi kita masih lebih banyak daripada konsumsi kita sendiri. Kalau kita dibilang impor itu enggak, yang ada kita dicuri ikannya," pungkasnya.

Sebelumnya, Cicip pernah mengatakan bahwa Indonesia tidak akan lepas dari impor ikan subtropis karena masih sangat dibutuhkan untuk pemindang. "Ini kan dilematis karena bisa impor. Tipe ikan yang kita impor itu ialah ikan subtropis untuk membantu pemindang," ujar Cicip.

Hal tersebut, kata dia, akan membantu pemindang untuk mendapatkan hasil pindangan yang lebih banyak. "Pemindang itu ialah para nelayan. Dilematis namun itulah kenyataan," ujarnya.

Namun, lanjut Cicip, pihaknya akan terus berusaha untuk merevitalisasi industri perikanan karena saat ini banyak industri yang tidak berpihak kepada nelayan.

"Oleh karena itu, industrialisasi kita tidak bisa lagi deny. Industrialisasi itu menjadi tujuan kita bersama karena tidak ada industrialisasi maka kita tidak dapat bersaing dalam tingkat global," pungkasnya.

(and)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini