Sensasi cokelat Monggo, bahan lokal rasa internasional

(koran Sindo), Jurnalis · Jum'at 22 Juni 2012 11:56 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 22 450 651825 AbV70ynkdP.jpg ilustrasi Foto: Wordpress

Sindonews.com - Cocoa atau yang dalam bahasa Indonesia lebih dikenal cokelat merupakan salah satu makanan favorit yang sering dikonsumsi masyarakat mulai anak-anak, dewasa, hingga orang tua.

Rasanya yang manis membuat cokelat banyak diburu dan dijadikan makanan penutup atau sekadar cemilan. Salah satu cokelat yang kini mulai banyak digandrungi warga Yogyakarta dan wisatawan adalah cokelat monggo.Tidak sulit menemukan toko cokelat yang berlokasi di Jalan Purbaya, Kotagede ini karena aksesnya mudah dijangkau. Toko ini dibuka Thierry Detournay, warga Belgia yang saat itu berkunjung ke Indonesia.

Thierry yang sudah malang melintang menjelajahi Nusantara tidak menemukan sensasi cokelat yang sama seperti cokelat di Swiss, Prancis, dan Belgia. Karena itu,Thierry mencoba membuka sebuah toko cokelat yang diberi nama cokelat monggo. Monggo dalam bahasa Jawa berarti silakan. Secara filosofis, monggo mengandung arti ucapan santun yang sering digunakan masyarakat Yogyakarta untuk mempersilakan seseorang datang atau bertamu.

Keunikan cokelat Monggo terletak pada bahan baku dan proses pembuatan yang berbeda dengan proses pembuatan cokelat pada umumnya. “Bahan baku utama yang digunakan untuk membuat cokelat monggo adalah cocoa butter, yakni minyak yang keluar dari biji pohon cokelat yang dipilih dari perkebunan cokelat pilihan yang terdapat di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi,” kata Asisten Manager Brand Marketing Aryo Windhuaji, Kamis 21 Juni 2012.

Cokelat monggo 100 persen menggunakan cocoa butter dan tidak menggunakan campuran mentega. Bahan baku inilah yang membuat rasa cokelat monggo khas, yaitu rasa cokelat yang agak sedikit pahit. Jika pada umumnya rasa cokelat cenderung manis, namun tidak untuk cokelat monggo.Bagi sebagian orang terutama kaum wanita acap kali khawatir ketika mengonsumsi cokelat akan membuat tubuh gemuk.

Padahal, cokelat tidak memiliki efek samping membuat tubuh menjadi gemuk.Cokelat monggo juga tidak memiliki efek penambah nafsu makan sehingga tak perlu khawatir bagi yang mengonsumsinya akan mengalami kegemukan. Itu karena cokelat ini tidak memakai susu berkadar lemak tinggi. Cokelat monggo didesain dengan proses pengolahan menggunakan suhu 20 derajat Celsius sehingga lembut dan langsung lumer begitu masuk ke mulut.

Keunikan lain dari cokelat ini adalah kemasannya yang menarik karena tidak memakai bahan plastik. Memakai kertas daur ulang semakin memberi kesan cokelat tersebut terasa lebih istimewa dan klasik. Proses pembuatannya 100 persen memakai bahan baku lokal dan dikerjakan secara tradisional mulai dari mencetak, mengisi cokelat hingga proses pendinginan.

Namun, soal rasa tidak perlu khawatir karena tidak berbeda dengan rasa cokelat Belgia. “Cokelat monggo ada banyak varian,seperti rasa orange peel, yaitu cokelat yang terbuat dari kulit jeruk, cocoa ginger, cocoa milk, cocoa dark 58 dan 69. Dari beragam varian itu, cocoa dark yang paling banyak diminati konsumen,” paparnya.

Meski demikian, bagi Anda para penggemar cokelat harus menyiapkan uang ekstra untuk membeli cokelat monggo ini karena harganya relatif mahal. Harga cokelat dimulai dari harga Rp12.500 untuk ukuran 40 gram dan Rp70 ribu untuk ukuran 300 gram.

(and)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini