nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Anjlok, Peternak Babi di Bali Demo

Rohmat, Jurnalis · Jum'at 29 Juni 2012 16:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2012 06 29 320 656151 zsoMvrjtEx.jpg Ilustrasi. (Foto: Corbis)

DENPASAR - Ratusan peternak babi di Bali menggelar demonstrasi menyusul anjloknya harga babi yang diduga akibat ulah pengusaha babi berskala besar. Massa dari berbagai daerah di Bali yang berhimpun dalam Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) Bali mendatangi Kantor Dinas Peternakan Provinsi Bali, guna menyampaikan aspirasinya.

"Kami meminta pemerintah memberikan perlindungan kepada para peternak babi di Bali yang merupakan usaha warisan nenek moyang," ujar Ketua GUPBI Bali, Ketut Hari Suyasa, di Bali, Jumat (29/6/2012).

Mereka ditemui Kadis Peternakan Bali I Putu Sumantha dan sejumah anggota Komisi II DPRD Bali yang membidangi ekonomi, koperasi, dan UKM. Suyasa menyampaikan keluhan peternak yang sejak April lalu terus merugi akibat anjloknya harga daging babi.

"Harga babi hidup per ekor terus menurun, yang normalnya mencapai Rp18 ribu per kilogram kini turuh sampai Rp14 ribu per kilogram," tukasnya.

Dari penelusuruan mereka, anjloknya harga daging babi di Bali diduga akibat monopoli beberapa pengusaha peternak Bali dalam skala besar seperti PT Karya Prospek Satwa (KPS).

Perusahaan skala besar tersebut telah menjual babi dengan harga murah mengakibatkan pengusaha menengah dan kecil terus merugi. Bahkan dalam hitunganya,rata-rata kerugian peternak mencapai Rp400 ribu per ekornya.

Peternak kecil tidak berdaya menghadapi perang harga dengan para pengusaha besar di pasaran. Mereka menuntut pemerintah segera menyiapkan payung hukum seperti Perda yang melindungi peternak babi sebagaimana Perda sapi dan subak yang telah dibentuk di Bali.

Bahkan untuk mengurangi kerugian lebih besar lagi mereka mendesak agar perusahaan KPS menghentikan kegiatan operasionalnya.

Kepala Dinas Peternakan Bali Putu Sumantra menegaskan pemerintah akan berupaya melakukan operasi pasar terhadap harga babi hidup di pasaran. Terkait tuntutan peternak pihaknya juga akan mempertemukan  pengusaha peternak berskala besar dan menengah kecil untuk mencari solusinya dengan harapan harga babi bisa normal di pasaran.

Disinggung kemungkinan anjloknya harga babi akibat masuknya daging dari luar atau impor hal itu ditepisnya. Produksi babi sangat mencukup untuk kebutuhan lokal Bali yang jumlah stoknya rata-rata satu juta ekor per tahun.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini