Produksi ikan ditarget naik 30%

(koran Sindo), Jurnalis · Senin 02 Juli 2012 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 02 450 657182 Q6JZHFL52v.jpg Ilustrasi

Sindonews.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) optimistis produksi ikan pada 2012 akan meningkat 30 persen dibandingkan produksi tahun lalu. Hal ini disebabkan faktor musim yang terjadi tidak mempengaruhi produksi ikan seperti halnya tahun lalu.

“Tahun 2011 lalu produksi ikan Sumsel sebesar 291.375 ton. Nah, pada tahun ini kita optimistis akan meningkat minimal 30% dari jumlah tahun sebelumnya,” ujar Kabid Budidaya Dinas Perikanan dan Kelautan Sumsel Ahmad Fuad kemarin.

Menurut Fuad,dari seluruh produksi ikan yang dihasilkan oleh Sumsel, lebih dari 50% merupakan ikan patin, selebihnya ikan nila, lele dan lainnya.

Besarnya produksi ikan patin di Sumsel tersebut,membuat Sumsel menjadi pemasok ikan patin bagi beberapa provinsi tetangga seperti Bengkulu dan Jambi. “Beberapa peternak ikan patin memang sering dan rutin memasok produksi ikannya ke beberapa daerah yang membutuhkan bahan baku ikan patin untuk konsumsi sehari-hari,” tuturnya.

Dibalik optimistis peningkatan target produksi ikan tersebut, pihaknya masih menghadapi berbagai kendala. Diantaranya masih banyak peternak ikan di Sumsel yang belum mempercayai bibit yang diproduksi oleh peternak ikan lokal.

“Ya, hampir 40% bibit ikan yang ada di Sumsel dipasok dari luar Sumsel khususnya dari balai pembibitan yang ada di Jawa Barat. Ini dikarenakan masyarakat tidak percaya dengan bibit yang dihasilkan oleh para peternak lokal. Padahal bibit lokal Sumsel secara kualitas sebenarnya sama bahkan ada juga yang lebih baik,” bebernya.

Guna mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah menerapkan pengawasan serta memberikan sertifikat kepada para peternak yang telah ahli dan memiliki kualitas baik dalam menghasilkan bibit ikan.

“Untuk menarik minat masyarakat dalam beternak ikan, kita berikan sertifikat kepada para peternak ikan.Dengan harapan, masyarakat tidak ragu atas kualitas bibit ikan yang diproduksi oleh para peternak kita,” jelasnya.

Khusus untuk ikan nila, Fuad menuturkan, diperkirakan akan terjadi sedikit penurunan produksi. Ini disebabkan irigasi di Kabupaten Musi Rawas (Mura) yang merupakan tempat penghasil ikan nila terbesar di Sumsel sedang mengalami perbaikan.Sehingga tidak dapat difungsikan secara maksimal.

“Irigasinya sedang diperbaiki, jadi harus dikeringkan terlebih dahulu. Ini yang membuat kita memperkirakan produksi ikan nila akan mengalami penurunan. Karena ketersediaan air mempengaruhi produksi ikan,” jelasnya.

Terpisah,Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Banyuasin, Ir Zulmaidi Yasin mengatakan, produksi ikan di Kabupaten Banyuasin mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Peningkatan produksi budidaya ikan mencapai 21.065,12 ton atau meningkat 62,02% dari tahun 2010 yang hanya sebesar 12.765,34 ton.

Untuk produksi perikanan tangkap mengalami peningkatan sebesar 2% yakni pada tahun 2010 sebesar 46.214,05 ton,tahun 2011 menjadi 47.138,85 ton. “Selain itu, pemanfaatan lahan juga mengalami peningkatan yakni sebesar 104,29%,”terangnya. (bro)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini