LPG 3 kg tembus Rp20.000

(koran Sindo), Jurnalis · Senin 02 Juli 2012 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 02 450 657195 ABNWwR6iBM.jpg Ilustrasi

Sindonews.com - Masyarakat di Kabupaten Ogan Ilir satu pekan terakhir resah. Para pelanggan terutama ibu rumah tangga mengeluhkan tingginya harga LPG berukuran 3 kilogram (kg). Di tingkat pengecer, satu tabung LPG 3 kg di Kecamatan Inderalaya dijual hingga Rp20.000, dari harga normal Rp13.000.

Sherly, 35, warga Kecamatan Inderalaya, Ogan Ilir, kemarin mengatakan, akibat tingginya harga LPG di tingkat pengecer, kaum ibu berusaha menghemat anggaran kebutuhan dapur sehari-hari. Selain harganya yang melejit, mereka juga sulit untuk mendapatkannya.

“Memang harganya sempat menyentuh Rp20.000 per tabung. Tapi, di tingkat pengecer, keberadaan LPG 3 kg ini sangat terbatas sehingga sulit mendapatkannya. Ya, kalau pun ada, itu pun harus keliling ke sejumlah pengecer hingga ke kecamatan lain,” katanya.

Apalagi, kata dia, sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadan. Tidak menutup kemungkinan, harga LPG 3 kg ini akan semakin membumbung tinggi, yang diikuti pula dengan kenaikan kebutuhan pokok, seperti gula, beras dan lainnya.

Sherly berharap pemerintah dapat melakukan pengawasan secara optimal menjelang bulan Ramadan hingga ke pasar-pasar tradisional di Kecamatan Inderalaya, sehingga apa yang dikhawatirkan ibu-ibu rumah tangga terkait kenaikan kebutuhan pokok bisa diantisipasi.

“Saya binggung untuk mengeluarkan biaya dapur. Apalagi, melihat kondisi keluarga kami yang hanya mengharapkan penghasilan dari panen padi. Biasanya, kami menggunakan elpiji ini selama dua minggu,” ujar dia.

Salah satu pengecer gas elpiji 3 kg, Susanto, mengakui, sudah sejak satu bulan terakhir, pasokan elpiji 3 kg di tokonya di Kota Inderalaya berkurang. Kondisi ini terjadi akibat berkurangnya suplai yang diberikan agen LPG.

“Dalam sehari, biasanya kami siapkan 30 elpiji 3 kg. Namun, kini hanya disuplai 20 tabung per hari. Itu pun cepat sekali terserap. Akibat dari berkurangnya suplai elpiji 3 kg, kami terpaksa menaikkan harga dari Rp14.000 menjadi Rp17.000 per tabung,” kata dia.

Sementara itu, Wawan, perwakilan PT Sukses Ayu Mandiri, yang berlokasi di Jalan Raya Palembang-Prabumulih Km 32 Timbangan, Inderalaya, mengatakan, berkurangnya suplai LPG 3 kg ini sudah terjadi sejak satu bulan terakhir.

Biasanya, dalam sehari, pihaknya mengangkut tiga mobil elpiji. Namun, kini hanya mengangkut dua mobil saja. Satu truk PS mampu memuat 560 tabung LPG 3 kg. “Suplai LPG ini memang dikurangi dari tempat pengambilannya di Musi II di PT Sumber Gas Sejahtera,” ungkap dia.

Sementara untuk pasokan LPG 12 kg, menurut Wawan, tidak ada pengurangan sama sekali. Dalam dua hari saja, pihaknya mendapatkan alokasi 204 tabung LPG 12 kg. Elpiji baik 3 kg maupun 12 kg ini akan didistribusikan ke pengecer daerah Gelumbang, Prabumulih.

“Untuk LPG 3 kg dijual ke tingkat pengecer sebesar Rp13.000 per tabung. Sedangkan 12 kg dijual Rp80.000 per tabung. Jika harga yang dijual di tingkat pengecer melebihi harga yang ditetapkan, itu merupakan kewenangan pengecer,” ujar dia. (bro)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini