Mei, neraca perdagangan defisit USD485,9 juta

Maikel Jefriando, Jurnalis · Senin 02 Juli 2012 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 02 450 657208 SD1UAtXtfY.jpg Ilustrasi

Sinodnews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) kembali mencatat defisit pada neraca perdagangan di bulan Mei 2012. Defisit ini merupakan kedua kalinya pada tahun ini setelah bulan April lalu.

"Neraca perdagangan pada bulan mei 2012, terjadi defisit USD485,9 juta, ini bulan kedua setelah bulan lalu," ujar Kepala BPS, Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (2/7/2012).

Dia mengatakan, defisit terjadi dilihat dari selisih nilai impor sebesar USD17,21 miliar dan nilai ekspor yang hanya USD16,72 miliar. Jika dibandingkan bulan sebelumnya, angka defisit sudah cukup menurun.

Demikian juga dilihat dari sisi ekspor, menurutnya dibandingkan tahun lalu terdapat peningkatan. "Penyebab defisit bisa saja dari kebijakan pemerintah," terangnya.

Menurut negara tujuan ekspor impor, Suryamin menuturkan, di wilayah Asean, Thailand masih mencatat defisit yang cukup tinggi yaitu USD232 juta. Sebagai penyebab, menurutnya adalah impor beras dan kendaraan dengan nilai yang cukup signifikan. "Singapura juga mencatat defisit yang cukup tinggi, kemudian Uni Eropa juga demikian," jelasnya.

Keseluruhan, BPS mencatat China tetap mencatat defisit yang paling tinggi dengan USD3,1 miliar dan diikuti dengan Jepang sebesar USD2,386 miliar. (bro)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini