Inflasi 0,62%, BI anggap wajar

Maikel Jefriando, Jurnalis · Senin 02 Juli 2012 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 02 450 657364 2dphaSTAxM.jpg Ilustrasi

Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) belum ada rencana untuk merespon atau mengeluarkan kebijakan moneter menyusul inflasi 0,62 persen bulan Juni 2012. Pasalnya, angka tersebut terhitung normal dan sesuai dengan prediksi pada sebelumnya untuk periode tahun 2012.

Gubernur BI, Darmin Nasution menuturkan, pola kewajaran inflasi tidak hanya dilihat perbulan. Namun juga jika dihitung dari year on year (yoy).

"Kita lihat ini normal-normal saja, saya tidak melihat ini rendah atau tinggi, dia mengikuti pola yang umum pada bulan Juni. Besaran inflasi sekitar 0,6 persen-an dan kalau dilihat yoy-nya 4,53 persen itu masih sejalan dengan perkiraan BI bahwa tahun 2012 ini kita memperkirakan inflasi ada pada angka itu," kata Darmin saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (2/7/2012).

Darmin menambahkan, sebelumnya inflasi sudah tergolong tinggi. Hal tersebut disebabkan ekspektasi inflasi karena persoalan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinilai saat ini sudah mereda.

"Kalau anda lihat year to date-nya 1,79 persen itu rendah meskipun yoy-nya masih 4,53 persen. Ya memang dilihat dari segi besaran bulan ke bulannya (m to m) itu 0,62 persen sedikit naik tapi itu masih mengikuti pola tahun-tahun sebelumnya. Dan memang rata-rata beberapa tahun terakhir di bulan Juni itu sekitar itu inflasinya," jelasnya.

Kedepan, lanjut Darmin, mesti diwaspadai tekanan inflasi yang dikhawatirkan cenderung meningkat. "Memang kalau sudah mulai musim kemarau, puasa, anak sekolah masuk itu harus agak hati-hati. Biasanya kalau itu berkumpul tekanan inflasinya cenderung meningkat," pungkasnya. (bro)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini