Ramadan & Lebaran, inflasi diprediksi naik tajam

Maikel Jefriando, Jurnalis · Senin 02 Juli 2012 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 02 450 657419 EuYWOmRWHv.jpg Ilustrasi

Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi untuk bulan Juli hingga Agustus, inflasi akan terus beranjak naik. Hal itu disebabkan oleh kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak terhindarkan karena bertepatan dengan momen bulan Ramadan dan Lebaran.

"Ntar menjelang Lebaran ayam yang biasa harganya Rp25ribu jadi Rp80 ribu. Itu kan tidak terhindarkan, ya memang musimnya," ujar Direktur Statistik Harga, BPS, Sasmito Hadi Wibowo di kantornya, Jakarta, Senin (2/7/2012).

Dia menuturkan, jika tanpa penjagaan pemerintah dan Bank Indonesia, inflasi bisa saja mencapai satu persen. Namun, sejauh ini menurutnya dua pilar tersebut sudah bergerak cepat, sehingga kedepannya dapat terjaga dengan cukup stabil.

"Kemungkinan karena itu kan puncak bulan puasa dan juga saya kira kita masih libur, itu kebutuhan liburan kan lain, dan kebutuhan bulan puasa lain. Ada kebutuhan ekstra, dua kali ekstra di liburan dan puasa nambah itu yang membuat harga bisa naik. Tapi itu kan musiman," jelasnya.

Sasmito mengaku belum bisa memprediksi secara rinci berapa kenaikan harga yang akan terjadi. Namun, menurutnya seperti Sumatera harus diwaspadai adalah daging sapi. Kemudian Jawa harus diwaspadai ayam dan Indonesia bagian timur adalah ikan.

"Tapi selain itu tepung terigu untuk bahan baku mie dan roti juga perlu diwaspadai. Bumbu-bumbuan, gula, saya kira bahan pokok lah yang harus kita waspadai," jelasnya. (bro)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini