Share

Penangkapan Anshori dinilai janggal

Ronald Steven , Sindonews · Selasa 03 Juli 2012 09:11 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 03 436 657754 oM4ct7EhDy.jpg Ilustrasi dok. Istimewa

Sindonews.com - Penangkapan terhadap Anshori yang telah menjadi tersangka kasus dugaan suap HGU Perkebunan di Kabupaten Buol dinilai sarat kejanggalan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai telah bertindak secara prematur dalam menangani kasus tersebut.

"Banyak kejanggalan dalam kasus ini. Sebuah kasus dikatakan suap jika dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), dimana ada barang bukti uang yang ditemukan, ada pemberi, dan penerima suap," kata salah seorang kerabat Anshori, Fahri Timur, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/7/2012).

Dia mengatakan, hingga saat ini KPK tidak pernah memberikan kejelasan terkait jumlah uang yang ditemukan bersama Anshori saat menangkapnya. "Jika memang Bupati Buol dikatakan terduga penerima, mengapa KPK tidak segera menciduknya, perlu diingat kasus ini telah berlangsung sepuluh hari dan Amran masih belum jelas keberadaannya," ungkapnya.

Dia pun menyayangkan, KPK yang belum memberi kejelasan terkait apakah lembaga antikorupsi itu telah mengamankan Amran atau belum. Namun, dirinya juga tetap meyakini jika KPK telah memiliki pertimbangan lain dalam memproses kasus itu.

"Sebagai sahabat Anshori, saya turut prihatin atas peristiwa ini. KPK sebaiknya segera memberi kejelasan soal kasus ini," tukasnya. (lil)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini