Sri Sultan: Pemanfaatan potensi laut kurang maksimal

Maikel Jefriando, Jurnalis · Selasa 03 Juli 2012 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 03 450 657866 Mo3B9gqjyX.jpg Ilustrasi

Sindonews.com - Sultan Hamengku Buwono X menyatakan dengan potensi laut Indonesia seharusnya sektor perikanan mampu memberikan kontribusi pendapatan negara USD32 miliar per tahun. Selain itu, kontribusi dari wilayah pesisir lestari senilai USD56 miliar dan bioteknologi sebesar USD40 miliar.

"Ada juga pengembangan wisata bahari diperkirakan memberikan USD2 miliar dan potensi minyak bumi senilai USD6,6 miliar," ungkapnya dalam acara Peringatan Hari Pelaut Se-Dunia di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Selasa (3/7/2012).

Dirinya melanjutkan, nilai incremental capital out put ratio (ICOR) sektor perikanan laut dan payau sebesar 3,42. Artinya, efisiensi relatif tinggi dibanding usaha sektor lain. Demikian juga angka incremental labor out put ratio (ILOR) sebesar 7-9, yang artinya labor intensive.

"Pemerintah memerlukan dana sekitar USD340 miliar untuk penyediaan 170 prasarana dan sarana kapal pengamanan kelautan Indonesia," jelasnya.

Selama ini, dia menambahkan, terdapat berbagai kelemahan yang menjadikan potensi laut kurang dimanfaatkan maksimal. Seperti yang diketahui, sedikitnya 10 persen dari potensi ikan 6,26 juta ton per tahun hilang dicuri nelayan Taiwan, Thailand dan Filipina yang sering gunakan bendera Indonesia.

"Jenis ikan laut yang menjadi incaran di kawasan ZEE Indonesia adalah ikan pelagis besar, seperti tuna yang nilainya mencapai triliunan rupiah," pungkasnya.

Maka dari itu, Sultan menegaskan, salah satu poin yang diperkuat dalam persoalan ini adalan sektor pendidikan bidang kelautan. "Kita harus memperkuat basis pendidikan bidang kelautan," tegasnya. (bro)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini