Penghematan BBM persempit defisit neraca perdagangan

Maikel Jefriando, Jurnalis · Selasa 03 Juli 2012 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 03 450 658072 WBZ8ikOXXj.jpg Ilustrasi

Sindonews.com - Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurti menilai impor Bahan Bakar Minyak (BBM) masih menjadi peran penting dalam neraca perdagangan. Pasalnya, dengan melakukan penghematan BBM, dapat menurunkan angka impor BBM dan menjauhkan dari terjadinya defisit.

Dari laporan perdagangan bulan Mei 2012, impor minyak dan gas bumi (migas) turun 12,44 persen dari bulan April 2012. Seperti yang diketahui, BBM punya andil besar dari keseluruhan impor migas seiring dengan konsumsi minyak yang terus meningkat.

"Maka kalau bisa berhasil penghematan BBM untuk dalam negeri, bulan-bulan akan datang bisa surplus," ujar Bayu dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (3/7/2012).

Program penghematan BBM sudah dilaksanakan pemerintah sejak 1 Juni 2012 walaupun hanya berlaku di kalangan pemerintah dan beberapa sektor tertentu, namun secara nilai disinyalir dapat mengurangi konsumsi BBM bersubsidi.

Dengan demikian, Bayu menuturkan, kedepan fokus akan ditujukan pada impor nonmigas yang mengalami lonjakan signifikan. Impor nonmigas pada catatan Badan Pusat Statistik (BPS) naik sebesar 21,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year). Sedangkan ekspornya turun hingga tujuh persen.

"Defisit perdagangan bulan Mei 2012 terutama disebabkan oleh defisit perdagangan nonmigas sebesar USD486,1 juta," pungkasnya. (bro)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini