Share

Dipanggil KPK, Anas tidak siapkan apapun

Ronald Steven , Sindonews · Rabu 04 Juli 2012 09:06 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 04 436 658421 8ld1zhKGD6.jpg Foto: dok. istimewa

Sindonews.com - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengaku tidak melakukan persiapan apapun untuk memenuhi panggilan dirinya kembali oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi pembangunan pusat olahraga di Hambalang, Jawa Barat.

Kuasa hukum Anas, Firman Wijaya mengatakan, Anas Urbaningrum selalu siap untuk datang dan memberikan keterangan jika memang dibutuhkan oleh penyidik KPK. "Pak Anas tidak ada persiapan khusus untuk panggilan KPK hari ini. Bahkan, soal kedatangan kader Demokrat itu bukanlah sesuatu yang sengaja dipersiapkan oleh beliau," katanya kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (4/7/2012).

Dia pun menegaskan, Anas akan selalu datang jika penyidik KPK memanggilnya terkait kasus dugaan korupsi yang telah menyeret kader Partai Demokrat. "Dia (Anas Urbaningrum) akan bersikap kesatria. Sebagai warga negara yang baik, dia tidak akan mundur, dan tetap menghadapi," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, penyidik KPK kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Anas terkait kasus dugaan korupsi dalam pembangunan pusat olahraga di Hambalang, Jawa Barat. Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan, pemeriksaan terhadap Anas akan digelar hari ini.

Sebelumnya, penyidik KPK juga sempat memanggil Anas untuk dimintai keterangan dalam kasus yang sama. Saat itu, Anas membantah pernah memerintahkan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Demokrat Ignatius Mulyono mengurus sertifikat tanah di Hambalang, Jawa Barat.

"Saya tidak pernah perintahkan Ignatius Mulyono mengurus sertifikat," kata Anas di pelataran Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu 27 Juni 2012 lalu.

Anas juga membantah tuduhan yang menyebut dirinya mengetahui proyek yang belakangan diketahui menelan biaya hingga Rp2,7 triliun tersebut. "Apakah saya tahu soal Hambalang, saya jelaskan saya tidak tahu apa dan bagaimana proyek Hambalang," tegasnya.

Ketika itu, dia juga mengaku dicecar banyak pertanyaan seputar struktur kepengurusan Partai Demokrat, Fraksi Partai Demokrat di DPR, dan tugasnya ketika menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat oleh penyidik KPK. (lil)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini