Awasi ekspor-impor, maritim RI harus diperkuat

Roro Putri Hutami, Jurnalis · Rabu 04 Juli 2012 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 04 450 658800 IT4QJ9rEor.jpg Sri Sultan Hamengku Buwono X Foto: dok. istimewa

Sindonews.com - Sering digunakannya perairan Indonesia sebagai jalur perdagangan ekspor-impor, mengharuskan Indonesia memperkuat kekuatan maritimnya agar mampu bersaing dengan negara lain yang ingin memanfaatkan kekayaan laut Indonesia.

"Kalau Indonesia ingin kuat menjaga martabat sebagai bangsa yang kuat, berarti Indonesia harus kuat di bidang maritim maupun pertanian," kata Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam diskusi 'Kedaulatan Maritim Sebagai Kekuatan' di Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (4/7/2012).

Dia mengungkapkan, perkuatan bidang maritim juga harus dilakukan agar bisa mengawasi persaingan negara-negara Eropa, Amerika, dan China dalam hal ekspor-impor yang terjadi di kawasan Asia Tenggara.

"Dunia ini makin mengglobal. Akses yang dicari setiap negara pasti bisa menjual produk di laut pasifik. Impor-ekspor dari timur ke barat, dan barat ke timur pasti lewat Indonesia. Kalau tidak, biayanya pasti mahal," ujarnya.

Saat ini, menurutnya, ungkapan 'Indonesia bagaikan jamrud khatulistiwa' hanya sekadar menjadi kalimat yang puitis untuk digunakan para seniman. Pasalnya saat ini masyarakat lebih memandang Indonesia sebagai negara kepulauan yang dipisahkan oleh laut, bukan negara yang disatukan oleh lautan. (lil)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini