Mobil mewah di Depok masih 'minum' Premium

Marieska Harya Virdhani (Okezone), Jurnalis · Rabu 04 Juli 2012 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 04 452 658746 lrbXT874Tr.jpg ilustrasi Foto: Okezone

Sindonews.com – Kampanye pemerintah untuk meminta masyarakat mampu menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi masih kurang optimal. Terbukti ratusan kendaraan menengah keatas dengan CC yang tinggi dan tahun keluaran terbaru masih mengonsumsi premium.

Para pengendara tertangkap saat Pemerintah Kota Depok menggelar uji emisi selama tiga hari ini. Dari 170 kendaraan yang diuji emisinya, 80 persen kendaraan pribadi masih mengonsumsi premium.

“Saat kami cek ternyata mobil – mobil mewah dan menengah sekelas kijang dan sedan masih mengonsumsi premium, ini merupakan data dan trend terbaru, kesadaran masyarakat ternyata masih kurang,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Depok Zamrowi di Balaikota, Rabu (4/7/2012).   

Zamrowi menginformasikan bahwa uji emisi kendaraan bermotor ini akan dilaksanakan selama 11 hari di 11. Hingga hari ketiga, rata – rata kendaraan pribadi menggunakan premium.

“Ini merupakan hari ketiga, sebelumnya telah dilaksanakan di depan Sawangan Golf dengan memeriksa 170 kendaraan lebih dan hari kedua telah dilaksanakan di Tole Iskandar. Besok rencananya akan kami laksanakan di GDC dan semuanya gratis, tanpa biaya. Banyak yang masih pakai premium kecuali mobil dinas yang diuji memang sudah pakai pertamax,” tegasnya.

Tujuan pengujian emisi, kata dia, adalah untuk pengendalian dan pencegahan pencemaran udara dari emisi sumber bergerak. Dan untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola dan menjaga lingkungan hidup karena mobil sebagai sumber polusi.

“Kalau tidak dirawat dan tidak rajin diservis maka akan menimbulkan pencemaran udara. Bila ada mobil yang tidak lulus uji, akan diinformasikan dan diharuskan untuk diservis agar kondisi kendaraan kembali, yang diuji adalah karbon, atau emisi gas buang,” paparnya.

Wakil Walikota Depok Idris Abdul Somad menuturkan bahwa uji emisi harus dilaksanakan untuk keselamatan pengendara juga. “Selain itu, tentunya juga untuk menjaga kelestarian lingkungan serta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya uji emisi dalam rangka menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih,” tandasnya.

(and)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini