Penjualan gas ke Sempra sebaiknya diputus

Maikel Jefriando, Jurnalis · Rabu 04 Juli 2012 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 04 452 658855 tw59AzA4sb.jpg Ilustrasi

Sindonews.com - Pengamat bidang energi Kurtubi menyarankan pemerintah agar memutuskan kontrak penjualan gas alam cair (liquified natural gas/LNG) dari Lapangan Tangguh, Papua ke Sempra Energy LNG Corp.

Sebagai landasan, menurutnya, Sempra tidak mampu secara optimal menyerap LNG asal Indonesia sehingga kontrak dapat dibatalkan. Apalagi, jika optimalisasi dapat dilakukan, LNG dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri.

“Karena meski bisa dialihkan penjualannya, kita tetap didikte oleh Sempra untuk menyalurkan gas ini,” ujar Kurtubi kepada wartawan, Rabu (4/7/2012).

Dia menjelaskan, 60 kargo LNG yang seharusnya disalurkan ke Sempra, perusahaan itu hanya mampu menyerap sebanyak enam kargo guna keperluan perawatan terminal penerima LNG Sempra. Pasalnya, penemuan shale gas di Amerika Serikat (AS) membuat harga gas domestik negara itu lebih murah dibanding membeli dari Tangguh.

Akhirnya, LNG Tangguh harus dialihkan ke pembeli lain di luar negeri. Di antaranya, pembeli di Fujian China dan Korea Selatan. "Shale gas sendiri itu merupakan gas alam yang ditemukan di serpihan-serpihan batuan shale tempat terbentuknya gas bumi," tambahnya.

Kurtubi mengatakan, dengan melakukan cara ini, Indonesia pun bisa mencari alternatif lain untuk pemenuhan gas dalam negeri yang semakin meningkat. Menurutnya, langkah ini lebih baik jika dibandingkan dengan mengimpor gas dari luar negeri.

“Kalau beli dari luar (impor), harga pasar kan fluktuatif. Takutnya akhirnya nanti ketika disalurkan ke dalan negeri harga gas diserahkan pada pasar,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) harga gas untuk keperluan domestik dilarang diserahkan kepada pasar.

Dari kebutuhan total yang mencapai 7.808 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), produksi gas nasional baru sebesar 7.583 MMSCFD. Karena pemerintah wajib menyalurkan 44 persen gas ke ekspor, kebutuhan nasional yang bisa dipenuhi cuma sekitar 4.744 MMSCFD. (bro)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini