Kadin minta IJEPA dikaji ulang

Iman Rosidi (Sindo Radio), Jurnalis · Rabu 04 Juli 2012 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 04 452 658902 CZRej26nnI.jpg Ilustrasi

Sindonews.com - Kerja sama ekonomi bilateral Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) perlu dikaji ulang. Pasalnya, perjanjian yang berlaku sejak 2008 ini dalam pelaksanaannya masih ada plus minus yang dinilai perlu dikaji lebih jauh.

Jika dilihat dari kondisi sekarang ini, ekspor Indonesia ke jepang masih defisit sebesar USD825 juta, ekspor Jepang ke Indonesia mencapai 2.207 juta USD, sedangkan impor Jepang dari Indonesia mencapai USD1.381 juta.

“Kadin setuju langkah yang akan dilakukan pemerintah untuk mengkaji ulang plus minus perjanjian bilateral ini, minimal ada keseimbangan perdagangan Indonesia-Jepang,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur.

Jepang, lanjut Natsir, secara bilateral diuntungkan karena bisa mendapat kemudahan bea masuk sampai 0 persen, namun implementasi dalam negeri perlu juga menjadi perhatian pemerintah, seperti bidang otomotif yang perlu kesetaraan (equal) antara importir produsen dan importir umum.

“Otomotif yang diimpor dari Jepang oleh importir produsen di Indonesia mendapat fasilitas pajak bea masuk sampai 0 persen, sementara otomotif yang sama diimpor oleh importir umum dikenakan bea masuk sampai 40 persen. Di lain pihak, dengan perjanjian bilateral perdagangan ini seharusnya tidak ada perbedaan, dan pelaku usaha dapat memanfaatkan IJEPA bersama-sama tanpa ada perbedaan,” ungkap Natsir.

Pihaknya menyayangkan, pemerintah Indonesia dalam hal ini Kemenprin, Kemendag, Kemenkeu membuat aturan dalam negeri yang hanya menguntungkan pihak tertentu, sehingga kesetaraan untuk memanfaatkan IJEPA ini seakan tidak ada.

“Kami berharap perlu ada equal, ini salah satu contoh. Kadin dalam waktu dekat ini akan melakukan pertemuan membahas masalah IJEPA ini karena masukan dari asosiasi dan pelaku usaha Indonesia anggota Kadin telah mendesak agar perlu dikaji ulang plus minusnya,” pungkasnya. (bro)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini