BI Jabar siapkan penukaran uang Rp8,66 T

Arif Budianto (Koran Sindo), Jurnalis · Rabu 04 Juli 2012 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 04 452 658904 aB4BZ6HjEf.jpg Ilustrasi

Sindonews.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah VI Jabar dan Banten menaikkan cadangan uang kertas dan logam menjadi Rp8,66 triliun menghadapi Ramadan dan Lebaran tahun ini.

 

Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah VI, Lucky Fathul Aziz Hadibrata menjelaskan, BI menaikkan cadangan persediaan uang kertas pecahan besar dan kecil serta uang logam sekira Rp2,5 triliun dari persediaan uang pada periode yang sama di tahun 2011 sebesar Rp6,16 triliun. Nilai tersebut, juga lebih besar dari perkiraan awal BI untuk Ramadan senilai Rp7 triliun.

 

“Outflow selama Ramadan kami proyeksikan mencapai Rp7,86 triliun. Artinya, dengan ketersediaan uang Rp8,66 triliun, masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan uang,” kata Lucky Fathul Aziz Hadibrata di Kantor BI Wilayah VI, Jalan Braga, Kota Bandung, Rabu (4/7/2012).

Tahun 2011 lalu, realisasi outflow (uang keluar) di Jabar mencapai Rp5,36 triliun dari alokasi senilai Rp6,16 triliun.

 

Lucky memperkirakan, permintaan uang melalui perbankan, penukaran uang, serta kas keliling meningkat antara 46-50 persen. Saat Ramadan, proyeksi outflow BI kepada perbankan sekira Rp7,71 triliun, meningkat sekitar 46,7 persen dari tahun 2011 sebesar Rp5,2 triliun.

Serapan uang kertas pecahan besar (di atas Rp20 ribu) perbankan diperkirakan mencapai Rp7,22 triliun, uang kertas pecahan kecil Rp477 miliar, dan uang logam Rp12 miliar.

 

Sementara prediksi outflow dalam bentuk penyediaan penukaran uang dan kas keliling mencapai Rp150 miliar. Rp119 miliar untuk penukaran uang ke Kantor BI. Dengan rincian, proyeksi serapan uang pecahan besar Rp30 miliar, uang kertas pecahan kecil Rp86 miliar, dan uang logam senilai Rp2,3 miliar. “Penukaran uang masyarakat ke Kantor BI diperkirakan tumbuh 47,3 persen,” jelas dia.

 

Proyeksi serapan melalui kas keliling mencapai RpRp31, 6 miliar. Rp5 miliar di antaranya dalam bentuk uang kertas pecahan besar, Rp25 miliar uang kertas pecahan kecil, dan Rp126 juta dalam bentuk uang logam. Diakui dia, permintaan uang kecil seperti logam dalam beberapa tahun terakhir cenderung turun. Tahun lalu, realisasi serapan uang logam hanya mencapai 50 persen dengan market share 8,4 persen.

 

Diakui Lucky, untuk penukaran uang saat Ramadan, BI tidak membatasi dalam jumlah tertentu. Namun demikian, masyarakat yang akan melakukan penukaran uang dalam jumlah besar diharapkan melakukan pendaftaran satu hari sebelum transaksi. Layanan kas keliling, BI akan melakukannya selama 13 kali di dalam kota, serta enam kali di luar kota.

 

“Kas keliling akan ditempatkan di pasar-pasar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang besar, kecil, dan logam,” imbuh Lucky. BI, lanjut dia, akan berusaha melayani penukaran uang bagi masyarakat sampai H-2 Lebaran. (bro)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini