Kinerja Elnusa terhambat Bank Mega

Maikel Jefriando, Jurnalis · Rabu 04 Juli 2012 18:43 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 04 452 658918 tTP3IBBlab.jpg Ilustrasi

Sindonews.com - PT Elnusa Tbk akan tetap berjuang untuk mendapatkan kembali dana Rp111 miliar dari PT Bank Mega Tbk (Mega). Walaupun sudah dinyatakan menang pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan beberapa waktu lalu, namun dikarenakan Bank Mega mengajukan banding, pihak Elnusa harus menunggu kembali.

"Tapi kami berjuang terus supaya dana itu bisa kembali, artinya kan mereka banding tapi mereka mengharapkan ada keputusan yang baik. Kan di PN Jaksel kita udah menang nih, kami berharap dengan fakta yang di pengadilan selama ini, dalil gugatan ini kan dibantu dengan fakta di pengadilan," ujar VP Corporate Secretary Elnusa, Heru Samudra kepada wartawan di Gedung BNI, Jakarta, Rabu (4/7/2012).

Dirinya menuturkan, dengan dana sebesar itu sebetulnya dapat dipergunakan untuk working kapital. Sehingga kinerja positif yang saat ini terjadi dapat lebih teroptimalkan. "Kalau orang biasanya dibayar kan pembayaran terjadi satu bulan sampai dengan dua bulan katakan lah Rp300 miliar, itu kan sepertiga dari revenue itu," jelasnya.

Seperti yang diketahui, Bank Indonesia (BI) sejauh ini sudah pernah memberikan teguran ke Bank Mega terkait sengketa dengan Elnusa. Akan tetapi, Bank Mega sepertinya belum memberikan signal akan mengembalikan uang nasabahnya tersebut.

Sebagai informasi, kasus ini berawal ketika Elnusa menggelontorkan uang sebesar Rp161 miliar secara bertahap ke Bank Mega Cabang Jababeka mulai September 2009. Uang yang selama ini menganggur itu disimpan dalam bentuk rekening deposito berjangka dengan bunga tujuh persen.

Para pelaku lalu memalsukan akta dan tanda tangan pada blanko pencairan deposito, uang itu lalu dipindahkan ke deposit on call "aspal" (asli tapi palsu) atas nama Elnusa. Setelah jatuh masanya, deposit on call itu mereka cairkan dan mengalir ke rekening PT Discovery dan PT Harvest. Uang itu kemudian digunakan untuk bisnis investasi para tersangka.

Elnusa sempat mencairkan Rp50 miliar sekira awal 2010. Namun sisanya sekira Rp111 miliar dibobol para tersangka. Elnusa sendiri awalnya tak sadar depositonya telah kandas karena bunga deposito secara rutin dialirkan ke rekening resmi Elnusa. (bro)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini