nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gula Nasional Hanya Mampu Penuhi 60% Kebutuhan

Iwan Supriyatna, Jurnalis · Sabtu 28 Juli 2012 13:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2012 07 28 320 669858 2BqrIVNhXr.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Produksi gula Indonesia untuk konsumsi hanya 2,1 juta ton per tahun, jauh dari target yang mencapai tiga juta ton per tahun. Saat ini, konsumsi gula konsumen Indonesia 12 kilogram per kapita.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan Distribusi dan Logistik, Natsir Mansyur, mengungkapkan produksi gula konsumsi PTPN hanya mampu memenuhi 2,1 juta ton per tahun. Artinya, gula lokal hanya mampu menutup 60 persen konsumsi gula 120 juta penduduk Indonesia.

"Penduduk Indonesia yang mengkonsumsi gula mencapai 200 juta ton pertahun. Ini berarti ada ketidakseimbangan produksi dan konsumsi (supplay demand)," ungkap melalui laporan tertulisnya kepada Okezone, Sabtu (28/7/2012).

Menurut Natsir, walaupun berbagai upaya dilakukan untuk mendongkrak produksi gula konsumsi mulai dari program revitalisasi mesin pabrik gula yang sudah tua hingga perbaikan kebun tebu, namun masih jauh dari harapan untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi untuk konsumen Indonesia mulai dari sabang sampai merauke.

"Jadi wajarlah propinsi di luar Jawa tidak mendapat distribusi gula PTPN, sehingga selalu menimbulkan masalah harga yang tinggi, distribusi yang tidak merata dsb. Namun mau sampai kapan kondisi ini terus berulang?,” ungkapnya.

Dengan perhitungan angka tersebut, lanjut Natsir, maka PTPN gula hanya mampu memenuhi konsumen gula yang ada di pulau Jawa, sehingga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan yang berada di luar Jawa.

Menurut Natsir, stakeholder harus realistis melihat kondisi sekarang ini, bukan waktunya lagi mempertahankan egoisme sektoral bahwa kebutuhan gula konsumsi dapat dipenuhi PTPN gula, karena hal itu membuat stakeholder terjebak dengan persoalan dan polemik harga, distribusi, serta tuding menuding kelangkaan gula konsumsi dari tahun ke tahun.

Karena permasalahan gula yang masih kusut, Kadin meminta Pemerintah bersama dunia usaha membuat roadmap manajemen pergulaan produksi, distribusi, perdagangan agar cepat dibuat. "Untuk Kawasan Timur dan Kalimantan, Kemenprin dan BKPM perlu membuka izin baru industri gula rafinasi agar dapat mendorong industri makanan dan minuman," jelas Natsir.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini