Gaji Kurang, Alasan Dirut PT INTI Mundur

Iwan Supriyatna, Jurnalis · Senin 30 Juli 2012 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 30 320 670567 FwzGZi9rSP.jpg Irfan Setiaputera. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama PT INTI (Persero) Irfan Setiaputra mengundurkan diri dan berpaling pada perusahaan tambang. Menurutnya, ini merupakan keinginan pribadinya untuk mencari uang dan karir yang lebih baik dibandingkan bekerja di BUMN.

"Banyak Direksi BUMN yang digaji kecil. Saya tidak mempermasalahkan soal gaji ataupun bonus, namun wajar kan kalau ketika kebutuhan kita berkurang dan kita menuntut untuk memperoleh lebih," ungkap Irfan, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (30/7/2012).

Irfan mengatakan, selama ini pekerja swasta diasumsikan mempunyai gaji dan pendapatan lebih besar dari pegawai BUMN dan PNS. Namun kenyataannya tidak demikian, Irfan mencontohkan BUMN yang besar seperti Pertamina sudah settle, namun itu tidak berlaku di setiap BUMN.

Semenjak diangkat menjadi Dirut INTI Irfan meminta dua permintaan. Pertama kalau klasifikasi keuangannya sudah mantap dan kedua kalau tekanan politik sudah tidak berlebihan. "Pengunduran ini alasan pribadi, saya juga sudah minta izin pada pak Dahlan (Menteri BUMN) kalau saya cari finansial," tukas Irfan.

Direktur Utama PT INTI Irfan Setiaputera resmi mengundurkan diri tercatat sejak 30 Juli 2012 alias hari ini. Irfan mundur setelah menjabat sebagai Dirut PT INTI selama kurang lebih tiga tahun.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menunjuk Tikno Sutisna, untuk mengisi posisi direktur utama PT INTI. Tiko sendiri bukanlah orang baru di PT INTI. Sebelumnya, dia telah menjabat sebagai Direktur Corporate Services.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini