Dahlan: Mantan Dirut INTI Layak Digaji Rp75-Rp100 Juta

Iwan Supriyatna, Jurnalis · Selasa 31 Juli 2012 12:23 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 31 320 671069 8wzHbY6P8M.jpg Mantan Direktur Utama PT INTI Irfan Setiaputra. (Foto: Iwan Supriyatna/Okezone)

JAKARTA - Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebutkan jika mantan direktur utama PT INTI (Persero) Irfan Setiaputra layak digaji sebesar Rp75 juta sampai Rp100 juta dilihat dari kapasitasnya.

"Untuk kapasitas, seorang Irfan layak digaji Rp75 sampai Rp100 juta," tutur Dahlan di Kantor PT Telkom, Jakarta, Selasa (31/7/2012).

Mengenai pengunduran diri Ifran di PT INTI, Dahlan mengaku tidak terlalu ikut campur. Karena, menurut Dahlan, hal ini sepenuhnya menjadi urusan manajemen. Sekadar informasi, Direktur Utama PT INTI Irfan Setiaputera resmi mengundurkan diri tercatat sejak 30 Juli 2012. Irfan mundur setelah menjabat sebagai Dirut PT INTI selama kurang lebih tiga tahun.

Dahlan pun menunjuk Tikno Sutisna, untuk mengisi posisi direktur utama PT INTI. Tiko sendiri bukanlah orang baru di PT INTI. Sebelumnya, dia telah menjabat sebagai Direktur Corporate Services.

Irfan Setiaputra diketahui mengundurkan diri dan berpaling pada perusahaan tambang. Menurutnya, ini merupakan keinginan pribadinya untuk mencari uang dan karir yang lebih baik dibandingkan bekerja di BUMN.

"Banyak Direksi BUMN yang digaji kecil. Saya tidak mempermasalahkan soal gaji ataupun bonus, namun wajar kan kalau ketika kebutuhan kita berkurang dan kita menuntut untuk memperoleh lebih," ungkap Irfan, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (30/7/2012).

Irfan mengatakan, selama ini pekerja swasta diasumsikan mempunyai gaji dan pendapatan lebih besar dari pegawai BUMN dan PNS. Namun kenyataannya tidak demikian, Irfan mencontohkan BUMN yang besar seperti Pertamina sudah settle, namun itu tidak berlaku di setiap BUMN.

Semenjak diangkat menjadi Dirut INTI Irfan meminta dua permintaan. Pertama kalau klasifikasi keuangannya sudah mantap dan kedua kalau tekanan politik sudah tidak berlebihan. "Pengunduran ini alasan pribadi, saya juga sudah minta izin pada pak Dahlan (Menteri BUMN) kalau saya cari finansial," tukas Irfan.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini