Image

Cenderung Fluktuatif, Investasi Asing di Sumut Tumbuh Positif

Wahyudi Siregar, Jurnalis · Jum'at 10 Agustus 2012, 11:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2012 08 10 20 675920 NSZkmrvv89.jpg Ilustrasi. (Foto: Corbis)

MEDAN - Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) Sumatera Utara mencatat peningkatan realisasi investasi asing di Sumatera Utara pada triwulan II-2012. Meski kenaikan relatif kecil, namun BPMP optimistis realisasi investasi asing masih mungkin terdongkrak hingga akhir tahun nanti, seiring pengadaan infrastruktur yang menjadi fokus pemerintah propinsi Sumatera Utara di 2012 ini.

"Kita masih optimistis dengan pertumbuhan nilai investasi dari luar negeri. Sumut ini memiliki sumber daya yang tentunya potensial. Hingga triwulan II ini saja total investasi asing sudah mencapai USD159,419 juta. Naik tipis dari triwulan sebelumnya yang hanya USD154,780 juta," ungkap Kepala Sub Bidang Pengawasan dan Pengendalian BPMP Sumut Mimi Rahmayani Rangkuti pada Okezone, Jumat (10/8/2012).

Dia menambahkan, realisasi investasi di triwulan II ini terdiri atas 49 perusahaan yang tersebar di beberapa Kabupaten/Kota. Asalnya dari 15 negara. Total tenaga kerja yang tercipta yang terbentuk pun telah mencapai 10.673 orang, di mana 104 orang di antaranya merupakan tenaga asing.

Mimi menyebutkan investasi asing di Sumut dalam lima tahun terakhir terbilang fluktuatif. Kondisi itu diprediksi terjadi akibat aksi tunggu yang dilakukan sejumlah investor terkait iklim investasi global yang terkena dampak krisis keuangan Eropa dan Amerika.

Namun tingginya potensi tambang emas, minyak bumi, panas bumi, perkebunan, pertanian, perikanan dan sektor-sektor prospektif lainnya, memberikan ketertarikan tersendiri bagi para investor.

"Cepat atau lambat, investasi akan meledak. Kita punya sumber daya, kita juga punya pasar yang luas. Ini kan sangat potensial. Sekarang memang masih fluktuatif. 2011 totalnya Rp5,926 triliun, 2010 senilai Rp2,896 triliun, 2009 senilai Rp8,462 triliun, 2008 Rp2,296 triliun, 2007 senilai Rp2,972 triliun. Tapi waktu-waktu ke depan ini akan terus meningkat, karena momentum pembentukan tren peningkatan sejatinya bisa dibaca dan bisa dilakukan," jelasnya.

Sementara  itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut Irfan Mutyara mengatakan, belum kunjung membaiknya realisasi investasi asing di Sumatera Utara, dikarenakan belum mampunya pemerintah memberikan kepastian investasi. Misalnya dalam pemilikan atau hak pemakaian lahan yang masih sering menyebabkan konflik dengan warga.

"Bagaimana iklim investasi kita mau membaik. Kalau setiap hari para investor itu disuguhkan dengan informasi terkait konflik pertanahan dan konflik perburuhan yang berkelanjutan. Keputusannya di pemerintah, kalau pemerintah tegas dan memberikan jaminan, investasi itu dating sendiri. Itu sudah terbukti di daerah-daerah yang pemerintahnya berani memberikan jaminan," pungkasnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini