Dahlan: AS Konsumen Nuklir Terbesar

Iwan Supriyatna, Jurnalis · Selasa 25 September 2012 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 25 320 694758 RuZX6uNWXk.jpg Ilustrasi. (Foto: Corbis)

JAKARTA - PT Batan Teknologi (Persero) berencana mendirikan perusahaan kedokteran nuklir di Amerika Serikat (AS) untuk memproduksi radio isotop nuklir. Saat ini, Batan Teknologi sedang melakukan pembicaraan dengan pihak AS.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan saat ini Direktur Utama PT Batan Teknologi (Persero), Yudiutomo Imardjoko, tengah berada di AS guna membicarakan lebih lanjut rencana Batan Teknologi mendirikan perusahaan kedokteran nuklir di AS. Rencananya, negosiasi tersebut berlangsung hingga minggu depan.

"Sekarang dirutnya sudah ada di Amerika melakukan negosiasi. Masih di sana, minggu depan pulang ke Indonesia. Nanti kalian (wartawan) saya undang," ungkap Dahlan, di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Selasa (25/9/2012).

Dahlan menjelaskan, alasan Batan membangun pabriknya di sana, karena jika diproduksi di Indonesia tetap harus dibawa ke AS. Dalam perjalanan tersebut, dikhawatirkan radiasi isotop tersebut akan habis. "Kalau dikirim ke AS itu radiasinya hilang, satu-satunya cara mendirikan perusahaan di AS," jelasnya.

Dia menambahkan, AS dipilih lantaran saat ini pasar nuklir tengah terpusat di Negeri Paman Sam tersebut. "Karena pasar yang besar di dunia itu di AS. Jadi kita melirik ke sana," tukas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini