ABM Investama Sudah Investasikan Capex USD161,95 Jt

Widi Agustian, Jurnalis · Rabu 03 Oktober 2012 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2012 10 03 278 698717 LjbjD4jRTX.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Perusahaan energi terintegrasi, PT ABM Investama Tbk (ABMM), telah menginvestasikan capital expenditure (capex) senilai USD161,95 juta per Juni 2012. capex itu 55 persen lebih besar ketimbang capex pada periode yang sama tahun lalu yakni USD112,52 juta.

"Sebagian besar capex digunakan untuk investasi jangka panjang yang akan memperkuat bisnis ABM dalam lima tahun ke depan," kata Direktur Utama ABM Investama Andi Djajanegara di Jakarta, Rabu (3/10/2012).

Belanja capex terbesar dipergunakan untuk belanja modal segmen tambang yang diharapkan tumbuh seiring dengan naiknya permintaan global dalam beberapa tahun mendatang. ABM telah menginvestasikan USD90,81 juta atau naik 200 persen dari pengunaan capex tahun lalu sebesar USD45,23 juta untuk membangun infrastruktur tambang di Aceh (MDB).

“Kami mengantisipasi peningkatkan permintaan global untuk energi dalam beberapa tahun ke depan. Kami juga tengah mengkonsolidasikan fase investasi saat ini untuk menyiapkan infrastruktur,” jelas dia.

Selain itu, awal tahun ini, anak usaha ABM, Reswara telah menandatangani kontrak untuk pembangunan Barge Loading Conveyor System dengan nilai kontrak USD40,87 juta yang akan menjadi sarana transportasi batu bara.

Sementara untuk segmen jasa yaitu termasuk di dalamnya jasa sewa pembangkit listrik (SS) serta jasa sewa kapal (CKB) sebesar USD70.51 juta. Belanja modal untuk pembangkit listrik ini lebih besar dari tahun lalu yang sebesar USD56,57 juta, dan digunakan untuk meningkatkan pendapatannya sebesar 17,09 persen menjadi USD63,03 juta dari USD53,83 juta.

PLN memproyeksikan sepanjang 2012 dan 2013 akan banyak pembangkit listrik baru yang masuk ke jaringan. Pada 2012 akan masuk berbagai pembangkit baru seperti PLTU Tanjung Jati B berkapasitas 660 MW, Paiton unit 3 berkapasitas 800 MW, dan PLTU Cirebon sebesar 615 MW.

Sepanjang enam bulan pertama 2012, pendapatan Perseroan naik 33,93 persen menjadi USD 430,40 juta dari sebelumnya USD 321,35 juta. Kontribusi terbesar dari pertumbuhan adalah dari segmen kontraktor tambang dan tambang batubara yang naik 50,69 persen menjadi USD 263,64 juta dari sebelumnya USD 174,95 juta.

Sedangkan laba kotor tumbuh 33,42 persen seiring dengan kenaikan pendapatan menjadi USD89,59 juta dari sebelumnya USD 67,15 juta. Sementara laba usaha naik 14,38 persen menjadi USD37,70 juta dari sebelumnya USD32,96 juta.

Untuk laba bersih tercatat USD13,72 juta dari sebelumnya USD20,62 juta. Penurunan laba bersih ini disebabkan oleh kenaikan beban keuangan akibat kenaikan utang jangka panjang perusahaan yang digunakan untuk investasi di bisnis penyewaan listrik serta kontraktor batubara di Aceh.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini