Dahlan: AS Kagum dengan Penelitian Nuklir Indonesia

Iwan Supriyatna, Jurnalis · Jum'at 05 Oktober 2012 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2012 10 05 320 699701 w300BGOF91.jpg Ilustrasi. (Foto: Corbis)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia lewat PT Batan Teknologi berencana mendirikan pabrik pengaya isotop di Amerika Serikat (AS). Pabrik ini, rencananya akan digunakan untuk keperluan medis.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, saat ini pihak AS telah setuju Indonesia mendirikan pabrik radio isotop di sana. Saat ini, pembangunan pabrik tersebut tengah menunggu kesepakatan dari para pemegang saham kedua belah pihak.

"Mereka setuju, prosesnya sekarang meminta persetujuan pemegang saham masing-masing," ungkap Dahlan, kala ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat(5/10/2012).

Menurut Dahlan, saat ini Indonesia sedang berusaha agar pabrik tersebut mayoritas milik Indonesia. "Bisa dirumuskan ulang pendanaannya, saya ingin itu mayoritas punya kita," tegas dia.

Dahlan mengungkapkan, pihak AS melontarkan pujiannya kepada Indonesia karena dinilai mampu menemukan pengadaan uranium dengan risiko rendah. "Waktu mereka rapat dengan tim Batan Teknologi kok Indonesia bisa menemukan pengayaan uranium dengan risiko rendah," kata dia.

Pada kesempatan itu, Dahlan juga meminta agar singkatan PT Batantek menjadi Batan Tekno agar tidak dikira pabrik tekstil. "Kita sepakati saja Batan Tekno singkatannya biar enggak dikira pabrik tekstil. Kalau bilangnya Batantek kan seperti pabrik tekstil," tukas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini