nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kecurangan Bakrie di Newmont Harus Dipotong

Maikel Jefriando, Jurnalis · Selasa 09 Oktober 2012 14:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2012 10 09 19 701286 Mm17MU0or4.jpg Logo Newmont. (Foto: Martin Bagya/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah sudah harus memastikan langkah apa yang akan diambil untuk mendapatkan tujuh persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Bukan hanya karena keuntungan, namun juga untuk memutus kecurangan Bakrie Group terhadap Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Founder Katadata Lin Che Wei mengatakan, di tengah belum adanya kepastian jual beli saham tersebut hingga 25 Oktober mendatang, Bakrie Group bisa kembali masuk untuk merebut tujuh persen tawaran Newmont.

"Bakrie bisa saja masuk lagi," ujar Wei di Menara BCA, Jakarta, Senin (9/10/2012).

Meski perusahaan di bawah naungan Bakrie Group sedang mengalami masalah, namun melalui PT Multicapital, saham itu bisa dibeli dengan mekanisme yang sama seperti sebelumnya.

"Bisa saja dengan akuisisi semua saham, termasuk yang dari Pukuafu dan Masbaga dan tinggal dijaminkan kembali ke Credit Suisse Group," jelasnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Lembaga Riset Katadata mencatat kecurangan PT Multicapital dalam kepemilikan saham di NNT. Multicapital yang merupakan bagian dari Bakrie Group tersebut banyak melakukan pembohongan terhadap Pemda NTB.

Multicapital menjajaki kerja sama dengan Pemda setempat untuk membeli 24 persen saham NNT sebelumnya, dengan nama PT Multi Daerah Bersaing (MDB). Pembagiannya Multicapital sebesar 75 persen dan Pemda 25 persen.

"Pada saat MoU konsorsium itu dibentuk, dijanjikan dana pembelian saham divestasi Newmont untuk tiga pemda dan ada janji dana tambahan untuk tiga pemda USD3 juta per tahun hingga pembelian 31 persen saham NNT rampung," kata Wei beberapa waktu lalu.

Kenyataannya, saham yang dimiliki konsorsium dijaminkan seluruhnya ke Credit Suisse AG (Singapura) untuk mendapatkan pinjaman USD360 juta. Pada laporan keuangannya, Maret 2010 sebesar USD200 juta, April 2010 senilai USD100 juta dan September USD60 juta. "Ini sudah tidak sesuai dengan komitmennya," tegasnya.

Bahkan deviden yang harus dibayarkan oleh Newmont, menurut Wei sesuai dengan paparan Presiden Direktur NNT pada sidang Mahkamah Konstitusi (MK), langsung di transfer ke Credit Suisse AG (Singapura) sebesar USD187,8 juta.

"Artinya daerah tidak menerima sepersen pun deviden karena sudah langsung disetorkan. Sampai kapan akan seperti itu? Sampai utangnya lunas? Sedangkan diketahui mana mungkin Pemda bisa membayar itu," jelasnya.

Satu kesalahan Pemda, lanjutnya, tidak memahami konsepsi kepemilikan saham pada sebuah perusahaan. "Ketika memiliki saham, Anda menguasai aset dan juga sekaligus kewajiban yaitu utang," pungkasnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini