nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Idealnya Jumlah Wirausaha di Indonesia 4,76 Jt Orang

Iman Rosidi, Jurnalis · Sabtu 13 Oktober 2012 16:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2012 10 13 320 703503 o2gk8E6i79.jpg Menakertrans Muhaimin Iskandar. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mencatat jumlah penduduk yang berwirausaha saat ini baru mencapai angka 0,18 persen dari jumlah 2,38 juta penduduk Indonesia. Idealnya, agar Indonesia bisa berdaya saing tinggi dibutuhkan paling sedikit 2 persem dari 238 juta orang penduduk Indonesia atau sekitar 4,76 juta orang wirausaha baru dengan beragam profresi dan keahlian.

Untuk itu, pemerintah  berkomitmen untuk mendukung program-program peningkatan kualitas dan kuantitas kewirausahaan di Indonesia. “Wirausaha menjadi salah satu pilar ekonomi nasional yang tangguh menhghadapi krisis ekonomi global sekaligus solusi mengurangi kemiskinan serta menyerap pengangguran,“kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Sabtu (13/10/2012).

Muhaimin menilai wirausaha telah teruji kehandalannya ditengah krisis ekonomi tahun 1998 dan mampu bertahan tanpa tergantung kondisi moneter internasional. “Dengan semangat kewirausahaan yang inovatif, kreatif dan berdaya saing, para pelaku wirausaha ini menjadi ujung tombak sektor Usaha Mikro Kecil dan menengah (UMKM) dan Koperasi yang mampu menciptakan lapangan kerja baru,”ujarnya.

Apalagi, lanjutnya pertumbuhan perekonomian Indonesia pada tahun 2011 mencatat angka pertumbuhan tertinggi 6,5 persen adalah salah satu bukti keberhasilan kelompok UMKM dan koperasi yang dilandasi jiwa wirausaha.

"Hampir 98 persen para pelaku bisnis di Indonesia tergolong dalam kelompok UMKM, maka kekuatan untuk menumbuhkan kelompok usaha ini harus menjadi prioritas pembangunan nasional," tandasnya.

Kementeriannya, berkomitmen menggelar pelatihan wirausaha di 33 provinsi seluruh Indonesia. Kita targetkan sesuai RPJM 2010-2014  bakal ada 40.000 wirausaha baru sukses yang merupakan program prioritas nasional.

Sedangkan untuk meningkatkan kualitas wirausaha dan sektor UMKM dan koperasi, Kemenakertrans pun mengadakan pendekatan pengembangan manajemen kewirausahaan, pendampingan, bimbingan konsultasi, pemasaran, teknologi, produksi, pengelolaan keuangan dan bimbingan desain dan kemasan.

Dalam mengembangkan program wirausaha, selain menjalin sinergitas antarkementerian dan lembaga, Kemnakertrans pun membuka kerjasama dengan Ciputra, Asian Productivity Organization (APO), ILO,Kadin, Apindo, PJI, IWAPI, HIPMI, Rhenald Kasali dan lainnya.

“Pemerintah akan mengarahkan program wirausaha sebagai prioritas dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru  bagi dirinya sendiri dan orang lain sehingga mengurangi pengangguran dan pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan,“ pungkasnya.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini