Share

Daerah Mau Dapat Hibah dari AS? Bersaing Dulu!

Fakhri Rezy, Jurnalis · Kamis 08 November 2012 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2012 11 08 20 715526 KuR5b671yE.jpg Ilustrasi. (Foto: Daylife)

JAKARTA - Millennium Challenge Corportation (MCC) mengucurkan hibah sebesar USD600 juta kepada Indonesia. Namun, bagi daerah yang ingin mendapatkan hibah Green Prosperity dari MCC dibutuhkan persaingan.

Wakil Menteri PPN/Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, hibah compact senilai USD600 juta bisa didapatkan melalui proses persaingan dan hibah kompetitif. Menurut dia, persaingan ini perlu diimplementasikan ke daerah yang juga perlu bersaing.

"Hibah kompetitif ini justru cara baru untuk membangun kapasitas dari masyarakat dari bawah sampai pusat. Itu adalah persyaratan sangat penting yang dinilai oleh MCC," ujar Lukita di Kantornya, Jakarta, Kamis (8/11/2012).

Dia menambahkan, Indonesia menerima hibah ini, karena adanya sinergi antara pemerintahan pusat, daerah dan masyarakat. "Sekali dilanggar, maka hibah akan disetop," tambah dia.

Karenanya, dia meminta komitmen-komitmen dari pemda dan jajarannya untuk mendukung upaya pemerintah. Lukita mengatakan, hibah ini diberikan setelah adanya penilaian dua bulan. "Jangan sampai harapan tinggi dari gubernur, tapi tidak bisa karena ada kesalahan. Kita akan kecewa dan malu," katanya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, terdapat dua wilayah yang akan dijadikan sebagai Pilot Project Jambi dan Sulawesi Barat. "Kita lihat dua provinsi ini yang memiliki komitmen, dan dari masing-masing provinsi kita plih dua kabupaten," jelas dia.

Lukita mengatakan, untuk provinsi Jambi akan berada di Kabupaten Merangin dan kabupaten Muaro Jambi. Sedangkan untuk Provinsi Sulawesi Barat, di kabupaten Mamuju, dan kabupaten Mamasa. "Untuk Merangin yaitu Mikro Hidro, Muaro Jambi itu Geomass, Mamuju Mini Hidro, dan Mamasa Tenaga Surya," ujar Lukita.

Lukita mengimbau untuk kabupaten lain, jika ada kabupaten lain di luar ini yang siap dan punya kompetensi maka akan bisa disiapkan. "Kita sesuaikan dengan kinerja yang sedang berjalan. Karena terlalu banyak tidak akan fokus," tukas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini