Image

SBY Hadiri KTT ASEAN, KTT Asia Timur & KTT D-8

Widi Agustian, Jurnalis · Sabtu 17 November 2012, 11:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2012 11 17 20 719472 K1bt0McplE.jpg Presiden SBY. (Foto: Koran SI)

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan melawat ke Kamboja dan Pakistan, guna menghadiri KTT ASEAN ke-21 dan KTT Asia Timur ke-7, serta KTT D-8 mulai hari ini, Sabtu (17/11/2012) hingga Jumat (23/11/2012).

Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah mengemukakan, Presiden akan berada di Pnom Penh, Kamboja, pada 17-21 November, guna menghadiri rangkaian kegiatan KTT ASEAN ke-21 dan KTT Asia Timur ke-7.

Selain menghadiri KTT ASEAN ke-21 dan KTT Asia Timur ke-7, menurut Faizasyah, Presiden juga akan menghadiri Pertemuan Kepala Negara/ Pemerintahan ASEAN dengan ASEAN Business Advisory Council (ABAC), ASEAN Plus Three Commemorative Summit, pertemuan ASEAN dengan Negara Partner (Jepang, Korea Selatan, India, Republik Rakyat Tiongkok, dan Amerika Serikat), dan ASEAN Global Dialogue.

“KTT ASEAN itu akan membahas berbagai isu terkait dengan arah dan kebijakan yang dapat diambil dalam usaha pencapaian pembangunan Komunitas ASEAN. Selain itu, agenda lainya adalah akan dilakukan penunjukan Sekretaris Jenderal ASEAN yang baru,” jelas Faizasyah, seperti dikutip dari situs Setkab, Sabtu (17/11/2012).

Sedangkan dalam KTT Asia Timur akan melihat ulang (review) kerja sama yang sudah terjalin, dan berusaha mencapai kesepakatan dalam arah kerja sama KTT Asia Timur yang lebih menguntungkansemua pihak. Selain itu juga akan dilakukan pertukaran pandangan mengenai isu-isu kawasan dan internasional.

Adapun dalam ASEAN Global Dialogue, pembahasan akan diarahkan pada bagaimana institusi multilateral, ASEAN dan negara di Asia Timur dapat mengambil kebijakan yang tepat dalam menangani krisis ekonomi dan keuangan internasional. “Hal ini diharapkan dapat meningkatkan peran ASEAN dalam menentukan kebijakan global,” ujar SKP bidang Hubungan Internasional itu.

Selain menghadiri rangkaian kegiatan KTT lainnya tersebut, Presiden bersama dengan Perdana Menteri Kerajaan Kamboja Hun Sen dan Para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN akan melaksanakan penandatanganan Phnom Penh Statement on the Adoption of the ASEAN Human Rights Declaration dan meresmikan Regional Comprehensive Economic Partnership Negotiation (RCEP).

Dalam rangkaian kegiatan kunjungan kerja ke Kamboja tersebut, Presiden juga dakan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok Wen Jiabao dan Presiden Myanmar Thein Sein. Kepala Negara dan Ibu Negara Ani Yudhoyono juga dijadwalkan melakukan penghormatan terakhir kepada mendiang Raja Kamboja Norodom Sihanouk.

Setelah semua rangkaian selesai, Presiden akan melanjutkan perjalanan ke Islamabad, Pakistan, Rabu (21/11/2012), guna menghadiri rangkaian kegiatan KTT D-8.

Menurut Teuku Faizasyah, di Islamabad, Presiden SBY dijadwalkan akan melakukan pertemuan bilateral masing-masing dengan Presiden Pakistan Azif Ali Zardari dan PM Pakistan Raja Pervaiz Ashraf. Dalam pertemuan itu akan dibahas upaya bersama untuk semakin memajukan kerjasama bilateral di berbagai bidang.

Esoknya, Kamis (22/11/2012), Presiden SBY akan menghadiri KTT D8 (Developing Eight), yang merupakan wadah kerjasama antara delapan negara berkembang dengan mayoritas penduduk Muslim, yaitu Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan and Turki.

“KTT D8 tersebut akan membahas lima isu prioritas yang strategis, yaitu perdagangan; pertanian dan ketahanan pangan; kerjasama industri dan UKM; transportasi; serta energi dan mineral,” ungkap Faizasyah.

Menurut Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional itu, Indonesia akan memanfaatkan partisipasinya dalam KTT ASEAN maupun KTT D8 untuk mengoptimalkan pencapaian kepentingan nasional Indonesia, baik dalam kerangka regional maupun global.

“Di tengah kelesuan ekonomi global, forum ASEAN dan D8 menjanjikan peluang kerjasama yang saling menguntungkan. Sebagian besar negara-negara anggota ASEAN dan D8 masih mencatat pertumbuhan ekonomi yang positif dan oleh karenanya, terdapat ruang bagi peningkatan kerjasama di sektor ekonomi,” ungkap Faizasyah.

Presiden dan Ibu Negara Ani Yudhoyono serta anggota rombongan akan kembali ke Indonesia pada Jumat (23/11/2012) mendatang.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini