nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Johari: Saya Tak Punya Saat-Saat Tersulit Bangun Usaha

Gina Nur Maftuhah, Jurnalis · Selasa 15 Januari 2013 06:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2013 01 14 22 746203 gBHiByv18H.jpg Managing Director JNE Johari Zein. (Foto: Arfiansyah & Feri Usmawan/Okezone)

USAI ingin menjadi General Manager (GM) di perusahaan internasional tidak juga tercapai, Managing Director PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau yang biasa disingkat JNE, Johari Zein akhirnya memutuskan membentuk usahanya sendiri.

Johari, laki-laki kelahiran Medan, 15 April 1954 ini memulai kariernya sebagai Front Office Cashier Supervisor di Hotel Hilton. Di hotel yang kini berubah menjadi Hotel Sultan tersebut, dia bertahan sekira 4,5 tahun. Lulusan jurusan perhotelan dan pariwisata Universitas Trisakti ini kemudian menyeberang ke Skypak, sebuah perusahaan jasa pengiriman logistik internasional yang kini lebih tenar dengan nama TNT. Di sana, dia berkarier selama lima tahun.

Ketika berkarier di Skypak ini, Johari menjelaskan, dirinya mendapat ilmu seluk-beluk bisnis pengembangan jasa pengiriman logistik.

"1984, saya membentuk unit usaha dengan teman saya di Singapura, namanya World Pack," demikian Johari mulai bercerita ketika bertandang ke kantor Okezone, di Gedung Highend, Jalan Kebon Sirih, Jakarta belum lama ini.

Lewat World Pack ini, diceritakan Johari, dirinya memperoleh keuntungan dan kemampuan untuk mengembangkan usahanya tersebut. Namun, Johari menyebut, dirinya melupakan satu hal. "Cash flow, saya lupa mengatur itu. Usaha saya kesulitan cash flow," kenangnya.

Karena itu, Johari kemudian memilih untuk menjual porsi kepemilikan sahamnya di World Pack kepada partnernya.

"Anehnya saya enggak rugi waktu itu. Saya kesulitan memang, tapi saya jual (porsi saham) dan saya tetap untung. Saya bisa balik modal," jelas ayah dari Nadya Ayuni ini.

Karena itu, Johari enggan menyebut bahwa masa-masa ketika dia menjual porsi kepemilikannya di World Pack ini sebagai masa-masa suram. "Enggak suram, wong saya jualnya untung," kelakarnya.

Setelah keluar dari World Pack, pada 1990, Johari kemudian memutuskan untuk merapat ke Pronto Rekakurir dan kemudian JNE.

Terkait dengan pertanyaan banyak orang atas perbedaan Tiki dan JNE, Johari menjelaskan bahwa kedua perusahaan ini dimiliki oleh satu orang H Soeprapto Soeparno. Namun, kedua perusahaan ini memiliki manajemen yang berbeda. Perbedaan manajemen ini juga yang kemudian menentukan arah bisnis JNE.

"Owner (pemilik) merasa Tiki sudah 20 tahun. Padahal kita ingin mengantisipasi pasar global dan pergerakan Tiki cenderung lambat sehingga secara SDM, teknologi dan transportasinya banyak terhambat. Padahal peluang pengiriman internasional sangat besar," tambah dia.

Demi mengembangkan bisnis pengiriman berskala internasional, dibutuhkan orang yang berkompeten dan berpengalaman di bidang ini. Tak lain dan tak bukan, Johari Zein-lah orang yang tepat mengisi jabatan ini.

"Sekarang kalau ditanya apa bedanya Tiki dan JNE? Kalau di JNE kebanyakan karyawannya usia 25 tahun. Jadi kita kayak perusahaan yang berisi anak muda. Kalau karyawan yang sudah dewasa kita tarik ke dalam, mengisi jabatan sebagai back office, mengajar dan sebagainya," jelas dia.

Perusahaan yang penuh dengan orang muda, dijelaskan suami Noerlaila ini, membuat JNE menjadi perusahaan yang dinamis dan kreatif serta penuh dengan ide segar.

"JNE ingin menjadi perusahaan pengiriman yang tidak hanya mengumpulkan, mengirimkan dan mengantarkan kiriman orang. Tidak, kami ingin dikenal menjadi perusahaan memiliki nilai tambah seperti bertanggung jawab, nasionalis dan lainnya sehingga kita punya ikatan emosional dengan karyawan," bangganya.

Salah satu bentuk inovasi JNE ini, adalah paket Pesanan Oleh-Oleh Nusantara (Pesona). Lewat layanan ini, JNE menyediakan berbagai jenis oleh-oleh dari berbagai daerah di Nusantara sehingga pelanggan tidak perlu pergi ke daerah tersebut jika menginginkannya.

"Pesona ini sudah kita launching dari setahun lalu. Uji cobanya kita sudah dua tahun. Sampai sekarang masih terus kami perbaiki layanan ini karena makanan kan personal ya, menarik," tutupnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini