nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PLN Lelang 20 Ribu KL BBM untuk PLTGU Belawan

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 21 Februari 2013 18:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 02 21 19 765506 hwRPDDNFdH.jpg Ilustrasi (Foto: Koran SI)

JAKARTA - PT PLN (Persero) mengaku akan mengganti sumber energi di Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan, Medan yang akan habis bulan April mendatang. Nantinya, pihaknya akan mengadakan lelang pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk menggantikan gas yang selama ini sebagai sumber energi yang digunakan untuk PLTGU.

 

Kepala Divisi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki mengatakan, pelelangan BBM dilakukan karena PLN sebelumnya menerima pasokan gas dengan kontrak dari Lapangan Glagah Kambuna milik Pertamina EP. Seharusnya pasokan tersebut sebesar 35 miliar British Thermal Unit per Day (BBTUPD) selama 2009 hingga 2012. Namun, saat ini pasokan memang dijadwalkan turun menjadi 22 bbtud dan terus turun menjadi 10 bbtud pada 2016-2017.

Suryadi menjelaskan, sejak 2011, PLN hanya memperoleh gas sebesar 28 bbtud dari Lapangan Glagah Kambuna kemudian turun menjadi 11 bbtud pada awal tahun lalu, dan tinggal 6 bbtud pada akhir tahun lalu.

“Kemudian awal tahun ini tinggal 4 bbtud dan kemarin kita dapat surat dari Pertamina kalau gas sudah habis pada Maret. Realisasi pasokan ternyata meleset dari kontrak,” jelas Suryadi, Kamis (22/2/2013).

Suryadi mengungkapkan, dengan masalah itu kebutuhan semakin meningkat. PLN akan membuka lelang pengadaan BBM pada Maret nanti untuk mengganti energi gas ke BBM. Pasalnya, PLTGU Belawan itu mendapat pasokan BBM dari Kutilang Paksi Mas sebesar 250 ribu kiloliter (kl) per tahun selama 2013-2016. Sedangkan PT Shell Indonesia sebesar 200r ibu kl per tahun yang akan habis April nanti.

“Jadi Maret nanti kita akan membuka lelang menggantikan pasokan Shell yang habis. Lelang dibuka Maret dan diharapkan April pasokan sudah masuk diperkirakan mencapai 200 ribu kl per tahun,” tambah Suryadi.

Menurut Suryadi, selain PLN, nantinya sektor industri juga terkena imbas kekurangan pasokan gas. Pasalnya, lapangan Gelagah Kambuna saat ini sudah tidak mampu memproduksi memenuhi kebutuhan industri di Medan. "Pasokan dari Lapangan Glagah Kambuna juga sudah tidak mengalir ke industri produksi lagi," tutur Suryadi

Suryadi mengungkapkan, pascahabisnya pasokan dari Lapangan Glagah Kambuna, PLN sudah tidak memiliki pilihan dalam mendapat pasokan gas dari sumber lainnya. Satu–satunya opsi perseroan yaitu menunggu rampungnya alih fungsi Kilang LNG Arun pada 2014.

“Namun sekarang kita mau tidak mau harus memakai BBM sebesar 2,8 juta liter per hari,” pungkasnya.

(gnm)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini