Hipmi Bali Dorong Industri Perfilman

Rohmat, Jurnalis · Minggu 24 Februari 2013 18:07 WIB
https: img.okezone.com content 2013 02 24 320 766804 VUQuAZ47Be.jpg Ilustrasi. (Foto: Heru Haryono/okezone)

DENPASAR - Kalangan pengusaha muda di Bali mulai menaruh perhatian pada industri kreatif seperti perfilman yang memiliki potensi bisnis cukup besar di masa mendatang.

Sebagai upaya mendorong industri perfilman di Bali Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menggelar nonton bareng bersama tiga sutradara film "Rectoverso" di cinepleks 21 Mal Bali Galeria, Kuta, Sabtu (23/2/2013) malam.

Tiga sutradara yang diundang, Rachel Maryam, Happy Salma, dan Marcella Zalianty ikut memberikan gambaran dunia perfileman Tanah Air saat ini.

Menurut Ketua V Bidang Perfileman dan Fotografi BPP HIPMI Fachrio Ahmad Afero , kegiatan dimaksudkan untuk lebih menggairahkan perfileman di Indonesia. Apalagi Bali, selain dikenal dengan daerah tujuan pariwisata dunia juga memiliki tempat-tempat menawan untuk lokasi syuting film.

"Tahun ini, teman-teman Kahmi di Bali, menggarap sebuah film layar lebar melibatkan artis-artis nasional dan lokal," ujarnya.

Saat ini, sambungnya, dunia perfilman Tanah Air belum sesuai harapan di mana belum banyak bioskop ditonton. Kehadiran film asing masih mendominasi biskop dan dibanjiri penonton dibanding film dalam negeri.

Untuk itu, pihaknya ke depan akan lebih banyak menjalin kerjasama dengan pihak industri film nasional termasuk kalangan sutradara, produser untuk kerjasama yang saling menguntungkan.

 

Sementara itu, kegiatan nonton bareng dengan pemain artis film di Bali mendapat apresiasi positif insan perfilemen seperti disampaikan Marcella Zalianty. Menurut dia, untuk menggairahkan film di Indonesia memerlukan dukungan semua pihak baik pemerintah dan dunia usaha.

"Ini film pertama yang sutradarai bersama lima wanita," katanya didampingi Happy Salma.

Untuk menjadikan film nasional menjadi tuan rumah di negeri sendiri, kata dia memerlukan perjuangan jangka panjang. "Kalau sinetron mungkin sudah jadi tuan rumah ya, kalau film layar lebar masih perlu perjuangan lama," tambahnya.

Marcella menambakan, sebenarnya banyak bidang dalam industri film yang bisa dikembangkan untuk menopang kegiatan usaha dan mendorong ekonomi kreatif.

Karena itu, peran Hipmi untuk lebih intens dan serius dalam menggarap bidang tersebut sangat dinantikan kalangan insan perfileman lewat kolaborasi atau kerjasama.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini