nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Muhaimin Klaim Prioritaskan Perusahaan Padat Karya

Iman Rosidi, Jurnalis · Senin 25 Maret 2013 17:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 03 25 320 781200 3L5skHVTCJ.jpg

JAKARTA - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan pemerintah tetap memprioritaskan pengembangan perusahaan-perusahaan industri yang bergerak di sektor padat karya atau labour insentive di seluruh Indonesia.

Perkembangan perusahaan-perusahaan sektor padat karya masih dibutuhkan karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar sehingga mengurangi jumlah pengangguran yang masih banyak tersebar di daerah-daerah.

“Pemerintah tetap mendukung perkembangan industri padat karya yang banyak menyerap tenaga kerja, terutama tenaga kerja yang low-skills dan unskills labor (tenaga kerja yang memiliki keterampilan kerja rendah),” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar di kantor Kemenakertrans, Senin ( 25/3/2013).

Hal tersebut diungkapkan Muhaimin dalam pertemuan dengan Direktur Utama NIKE Indonesia Jeff Perkins. Hadir dalam pertemuan ini Dirjen pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI dan Jamsos) R Irianto Simbolon. Muhaimin memprediksikan dalam 10 tahun kedepan perusahaan-perusahaan padat karya akan tetap berkembang dengan baik di Indonesia dengan menyerap tenaga kerja dengan jumlah yang besar.

“Pemerintah mendukung dan memberikan perhatian khusus perusahaan padat karya karena sesuai dengan karekateristik bangsa Indonesia  yang memiliki jumlah angkatan kerjanya masih banyak dan membtuhkan pekerjaan,“ jelasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan angkatan kerja di Indonesia per Agustus 2012 mencapai 118,04 juta orang. Sedangkan tingkat pengangguran di Indonesia adalah 6,14persen dari angkatan kerja dengan jumlah pengangguran di Indonesia tersisa 7,24 juta orang.

Sedangkan dari jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 110,80 juta (93,86 persen) masih didominasi oleh lulusan SD sejumlah 2,04 juta (28,18 persen), SMTP 1,69 juta (23,34 persen), SMTA  1,83 juta (25,28 persen), SMK 1,04 juta (14,36 persen), Diploma I/II/III  0,20 juta (2,76 persen), Universitas 0,44 juta (6,08 persen).

Muhaimin berharap keberadaan perusahaan padat karya ini dapat mengurangi angka pengangguran dan memperluas kesempatan kerja baru sehingga mampu menambah lapangan kerja bagi tenaga kerja baru.

“Keberpihakan pemerintah  itu harus diberikan kepada industri-industri yang spesifik sifatnya. Misal industri yang serap tenaga kerja banyak. Tentu Kan kita butuh serapan tenaga kerja yang signifikan," tutur Muhaimin. (wan)

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini