PT Inti Terus Kaji Bentuk Penggabungan Terbaik dengan LEN

Hendra Kusuma, Jurnalis · Selasa 09 April 2013 18:53 WIB
https: img.okezone.com content 2013 04 09 320 788902 PvFru4ytOf.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) telah melakukan kajian awal bisnis terkait rencana pemerintah untuk menggabungkan dengan PT Len Industri (persero). 

Direktur Utama PT Inti (persero) Tikno Sutisna mengatakan bahwa hasil kajian penggabungan perusahaan BUMN sudah disampaikan pada Kementerian BUMN dan akan diselesaikan selama satu bulan.

"Kajian tersebut akan menjadi masukan pemerintah selaku pemegang saham dalam menindaklanjuti rencana penggabungan kedua korporasi," kata Tikno saat konferensi pers di Gedung Kementerian BUMN di Jakarta, Selasa (9/4/2013).

Tikno melanjutkan bahwa penggabungan perusahaan pelat merah ini harus memiliki maksud dan tujuan yang baik sesuai dengan peraturan pemerintah (PP) no 43 tahun 2005 pasal 2. Tidak hanya itu, rencana penggabungan ini juga harus memberikan efek peningkatan efisiensi, transparansi, dan profesionalisme guna menyehatkan kedua perusahaan serta peningkatan kinerja dan nilai BUMN dan pemberian manfaat yang harus optimal pada negara berupa deviden dan pajak.

"Penggabungan korporasi juga harus dapat menghasilkan produk dan layanan dengan kualitas dan harga yang kompetitif pada konsumen," jelasnya.

Selain itu, menurut Tikno, rencana penggabungan ini, ada kaitannya dengan upaya penyatuan budaya perusahaan, kompetensi sumberdaya manusia (SDM) dan organisasi, karakter, sistem dan cara berbisnis masing-masing korporasi yang telah membentuk kuat akibat perjalanan panjang dalam dunia industri. Tikno menambahkan, pola ini sangat penting agar proses penggabungan kedua perusahaan dapat memberikan peningkatan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan dan terhindar dari resiko kegagalan yang pernah di alami oleh korporasi lain.

"Contohnya Nokia-Seamens kurang berhasil karena tidak menyatunya budaya. Kami melihatnya tidak berhasil," jelasnya.

Karena itu, Tikno berharap kajian ini akan memberikan yang terbaik bagi stakeholder dari struktur permodalan dan kinerja.

(gnm)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini