PT Inti Akan Pasangi Alat Hemat BBM di 100 Ribu Kendaraan

Hendra Kusuma, Jurnalis · Selasa 09 April 2013 18:57 WIB
https: img.okezone.com content 2013 04 09 320 788907 SpHb8QqRKA.jpg SPBU Pertamina (Foto: Heru Heryanto)

JAKARTA - PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) akan memasang perangkat radio frequency identification (RFID) pada sekira 100 juta kendaraan bermotor di seluruh Indonesia. Pasalnya, PT Inti dinyatakan sebagai pemenang tender proyek monitoring dan pengendalian (SMP) bahan bakar minyak (BBM) subsidi milik PT Pertamina.

Direktur Utama PT Inti (Persero) Tikno Sutisna mengatakan akan menangani paket program pengawasan dan pengendalian konsumsi BBM bersubsidi berbasis teknologi informasi (IT) mulai dari April hingga akhir tahun 2013.

"Perangkat RFID yang berbentuk cincin (ring) di 100 juta kendaraan bermotor seluruh Indonesia yang meliputi 11 juta mobil penumpang 80 juta motor, tiga juta bus dan enam juta truk," kata Tikno saat konferensi pers di Gedung Kementerian BUMN Jakarta, Selasa (9/4/2013).

Tikno melanjutkan, tidak hanya memasangkan perangkat RFID, INTI pun akan memantau penyaluran premium dan solar bersubsidi yang keluar dari 91.311 ribu kepala selang pompa BBM di 5.027 SPBU.

"Fase monitoring di hargai Rp18 dengan volumenya 40 juta kiloliter (kl) per tahun sedangkan fase pengendalian Rp20,74 per liter," jelasnya.

Menurut Tikno, dengan sistem monitoring berbasis teknologi nirkabel (wireless) diharapkan dapat memudahkan pembangunan serta mengurangi kompleksitas sistem di SPBU sekaligus otomatis transaksi BBM yang akan membantu sistem distribusi dan pengawasan konsumsi BBM secara transparan pada masyarakat.

"Aktivitas ini merupakan salah satu ujung tombak kesuksesan program SMP BBM. Sosialisasi akan gencar dilakukan secara terpusat di Bandung, Jakarta, surabaya, Medan, Palembang, Makassar, Balikpapan, Semarang, dan Batam," terangnnya.

Tidak hanya itu, dengan program ini, Tikno berharap bisa memberikan implikasi multisektor yang bermanfaat untuk keberlanjutan bisnis semata tetapi juga memberikan efek riil untuk masyarakat luas melalui penggeseran dan APBN yang semula di alokasikan untuk subsidi BBM.

Oleh karena itu, PT Inti membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, terutama pemerintah dan masyarakat guna tercapainya proyek SMP BBM bersubsidi ini.

"Teknologi ini telah banyak diimplementsikan di berbagai negara seperti Turki dan India, jadi jika pemerintah akan melakukan program pembatsan BBM bersubsidi. Sistem ini akan siap mendukung pelaksanaan program tersebut," tutupnya.

(gnm)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini