Bos PT Pos Harus Berjibaku Bangun Brand

Iwan Supriyatna, Jurnalis · Rabu 01 Mei 2013 20:58 WIB
https: img.okezone.com content 2013 05 01 22 800751 yxtqttI4aK.jpg I Ketut Mardjana. (Foto: Okezone)

PERTUMBUHAN perekonomian Indonesia yang cukup tinggi dan belum merata mengakibatkan terjadinya disparitas harga antara satu daerah dengan daerah lain. Akibatnya, beberapa item produk hanya terdapat di beberapa daerah tertentu saja.

Masyarakat yang ingin bertransaksi melalui pengiriman barang dan jasa lantas tak jarang membeli produk tertentu dan mengirimkannya ke tempat yang ditujunya dengan mempertimbangkan ongkos jasa pengiriman barang.

PT Pos Indonesia melihat hal tersebut adalah suatu peluang bisnis, untuk itu PT Pos tengah mengembangkan program rule logistik yang diperuntukkan membaca efektivitas harga dan pergerakan distribusi barang yang dilihat berdasarkan besaran nilai yang akan diperoleh.

"Disparitas harga ini kita sadari, sekarang sedang mengembangkan sesuatu proyek rule logistik, di mana dapat memantau harga dan pergerakan barang tersebut," ujar Direktur Utama Pos I Ketut Mardjana, saat berbincang-bincang di Redaksi Okezone, belum lama ini.

Ketut menuturkan, program rule logistik tengah dikembangkan di wilayah Jawa Barat seperti daerah Subang. "Program ini sudah ada di Subang, Jawa Barat," tuturnya.

Di samping itu, Ketut mengatakan, PT Pos membuka peluang bisnis baru yaitu agen pos, di mana sistemnya menggunakan sistem franchise yang berstatus agen pos yang dapat dibuka di mana saja dan dapat melayani selayaknya kantor pos.

"Jadi cukup modal untuk pengadaan isi barang-barang kantor, seperti timbangan dan komputer dan ada jaminan kalau ingin bayar listrik, nanti akan didepositokan," tukasnya.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini