">

BBM Naik Jadi Rp6.000, Defisit Anggaran Jadi 2,5%

Dina Mirayanti Hutauruk, Jurnalis · Jum'at 10 Mei 2013, 13:59 WIB
https img o okeinfo net content 2013 05 10 20 804965 UG3ZNt1rNf jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah mematok besaran defisit dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) tahun 2013 sebesar 2,5 persen. Kementrian Keuangan (Kemenkeu) menyebutkan, peningkatan besaran defisit tersebut uantuk menjalankan kebijakan kenaikan BBM subsidi menjadi Rp6.000 per liter.

"Dalam APBNP, kita menargetkan defisit 2,5 persen," ungkap Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Bambang Bambang Brodjonegoro di Kantor Kemenkeu, Jakarta (10/5/2013).

Bambang mengatakan, defisit tersebut dihitung berdasarkan kenaikan kombinasi dari kenaikan harga BBM, pemotongan belanja kementrian lembaga dan penambahan pembiayaan dengan menerbitkan surat berharga negara.

"Potensi penambahan biaya devisa dari pengurangan subsidi BBM, pengeurangan belanja Kementerian Lembaga dan penambahan pembiayaan dengan menerbitkan surat berharga negara," tuturnya.

Bambang tidak menyebabkan berapa jumlah total defisit tersebut. "Pokoknya besarannya yang ujungnya 2,5 persen, nanti persisnya harus dicari dululah angka yang tepat,” ujar Bambang.

Lebih lanjut ia mengatakan penambahan pembiayaan tidak akan teralu banyak.

"Kalau kita terlalu banyak menambah di pembiayaan, susah. Karena pasar tahunya kita sudah punya rencana awal dan penambahan-penambahan mungkin sedikit. Tapi kalau penambahan di anggaran terlalu besar untuk pasar, kita khawatir nanti cost surat utang tidak optimal," tambahnya.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini