nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengembang Malaysia Tak Takut Bubble Properti

Nur Januarita Benu, Jurnalis · Jum'at 17 Mei 2013 10:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2013 05 17 471 808385 YXqtGhckQ4.jpg Petronas, Foto: Noe/Okezone

JOHOR - Malaysia merupakan salah satu negara yang membebaskan warga negara asing (WNA) untuk memiliki properti di dalam negaranya. Bahkan mereka menjual properti dengan status freehold atau hak milik kepada konsumen asing.

Dalam praktiknya tidak ada kekhawatiran dari pengembang bahwa langkah tersebut bisa memicu terjadinya bubble properti. Seperti yang diutarakan Dato' Wan Abdullah Wan Ibrahim, yang merupakan CEO/MD UEM Land Holdings Berhard, salah satu pemain besar dalamĀ  dunia properti di Negeri Petronas ini.

"Minat asing sangat besar dan itu pula yang menyebabkan nilai properti kami terus meninkat. Tapi tidak akan terjadi bubble, karena masih sangat jauh dari kondisi terancam bubble," ungkapnya di Nusajaya, Johor.

Selain itu dia menyebut, tidak ada kekhawatiran atau pemikiran mengenai status penjualan properti ke WNA dengan status freehold bagaikan menjual tanah negeri sendiri kepada orang asing.

"Kami tidak khawatir orang asing miliki tanah di negeri kami, sebab di negeri ini memiliki undang-undang yang mengatur mereka boleh huni dan tinggal di sini, tapi mereka tetap punya syarat-syarat dan tidak bisa bebas bekerja, kalau mau harus ada izin khususnya tidak bisa bebas-bebas saja. Jadi, bukan berarti kami menjual tanah negeri ini," papar Dato' Wan Abdullah.

Lebih lanjut dia menjelaskan, hingga akhir Februari 2013, UEM Land telah menjual 1.712 unit rumah di East Ledang dan Ledang Heights, 1.125 unit di Puteri Harbour, 1.051 unit di Nusa Bayu dan 1.559 unit di Nusa Idaman. Selain itu, pengembangan Nusajaya juga dilengkapi dengan berbagai pilihan gaya hidup yang modern dan berskala besar.

(nia)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini