nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bangun Studio Film Pertama di ASEAN, Malaysia Investasi Rp1,3 T

Nur Januarita Benu, Jurnalis · Jum'at 17 Mei 2013 12:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 05 17 471 808471 cjV5ERSbjf.jpg Petronas, Foto: Noe/Okezone

JOHOR - Di dalam pengembangan kota Iskandar Malaysia sebagai koridor ekonomi di Johor, selain dibangun beragam proyek residensial dan komersial uuga dikembangkan studio terintegrasi produksi film dan televisi. Pembangunan studio tersebut merupakan yang pertama di Asia Tenggara.

Pinewood Iskandar Malaysia Studio dikembangkan oleh perusahaan milik pemerintah Malaysia, Khazanah Nasional. Proyek ini dibangun sejak 2011 dan menghabiskan 400 juta ringgit atau setara Rp1,3 triliun (Rp3.237 per ringgit).

"Luas area Pinewood Iskandar Malaysia Studio sebesar 88 acre (36 ha). Biaya pembangunannya mencapai 400 juta ringgit dan pertama di Asia Tenggara," kata Chief Executive Officer Pinewood Iskandar Malaysia Studio, Michael Lake di kantornya di Medini, Iskandar Malaysia, Johor.

Dia mengatakan, studio ini akan dibuka pada Juni 2013 dan siap menarik produksi film dari berbagai negara. Pinewood Iskandar Malaysia Studio disebut sebagai studio internasional yang menawarkan harga kompetitif di dalamnya terdapat dua studio tv dan lima film stage sound yang juga dapat mewadahi produksi film underwater.

"Pembangunan studio ini dimaksudkan untuk menunjang industri kreatif dalam bidang perfilman tidak hanya bagi warga Malaysia saja tapi juga dari negara lain dalam satu regional. Sebab, sebagaimana kita tahu penikmat film dinp Asia jumlahnya sangat besar," ujarnya.

Kota Iskandar Malaysia sendiri telah memperoleh komitmen investasi kumulatif sebesar 111,37 miliar ringgit sejak 2006 hingga 31 Maret 2013 dan sekira 44,82 ringgit atau 41 persen dari jumlah tersebut telah direalisasikan. Salah satu dari sektor investasi tersebut adalah industri kreatif sebesar 0,4 miliar ringgit.

"Beberapa proyek yang akan ramping di tahun ini termasuk Pinewood Iskandar Malaysia Studio di Medini akan semakin menambah nilai populasi di wilayah in dan menarik lebih banyak lagi prospektif investor untuk masuk ke Iskandar Malaysia," kata Chief Executive Iskandar Regional Development Authority (IRDA).

(nia)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini