Share

Nelayan DIY Keberatan BBM Naik

Prabowo, Okezone · Selasa 28 Mei 2013 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2013 05 28 19 813857 KA3TYJzyZn.jpg

YOGYAKARTA - Minggu ketiga bulan Juni nanti, pemerintah berencana menaikan harga Bahan Bakar Minyak. Kenaikan BBM itu berdampak sangat signifikan pada kehidupan nelayan, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pasalnya, biaya produksi yang dihabiskan bagi nelayan ada sekira 60-70 persen untuk membeli BBM. Sementara, penghasilan dari tangkapan ikan selalu mengalami penurunan dari waktu ke waktu.

Secara tegas, lebih dari 3.000 nelayan yang ada di DIY menolak rencana pemerintah menaikan harga BBM. Selain memberatkan, kenaikan harga BBM itu memicu kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DIY, KPH Wironegoro menolak rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM pada Juni 2013 nanti.

"Kami sangat-sangat keberatan dengan kenaikan BBM pada Juni nanti," kata KPH Wironegoro kepada wartawan, Selasa (28/5/2013).

Wironegoro menambahkan, kenaikan BBM akan memicu meloncaknya harga barang-barang kebutuhan pokok lain dan sarana transportasi, karena naiknya biaya produksi.

Kenaikan biaya produksi, lanjutnya, tidak diimbangi dengan harga jual hasil tangkapan nelayan, menginggat faktor rendahnya daya beli masyarakat.

"Daya beli masyarakat masih rendah sehingga harga jual ikan tidak sebanding dengan biaya produksi. Nelayan yang jelas dirugikan," kata menantu Gubernur DIY itu.

KPH Wironegoro mengatakan, sebelum ada kenaikan harga BBM bersubsidi, nelayan sudah kesulitan untuk mendapatkan BBM bersubsidi. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) dan juga stasiun pengisian solar nelayan (SPDN) belum terbangun di sentra-sentra nelayan di Yogyakarta,

"Selama ini nelayan mendapatkan BBM dengan cara mengecer sehingga harganya diatas harga SPBU. Otomotis biaya produksi meningkat. Untuk mendapatkan BBM, Nelayan juga harus menempuh jarak yang cukup jauh," paparnya.

KPH Wironegoro mengatakan dengan ditetapkannya UU No 13/2012 tentang Keistimewaan, dia berharap nelayan di DIY memiliki hak untuk mendapatkan dana dari dana keistimewaan.

"Kita akan fasilitasi agar nelayan DIY juga mendapatkan anggaran dana keistimewaan," katanya.

Murjoko, salah satu perwakilan nelayan di Sadeng, Kab Gunungkidul mengakui sangat keberatan dengan kenaikan harga BBM. Sebab, nelayan diwilayahnya harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan BBM di SPBU. "Kita berharap BBM tidak naik," tukasnya. (wan)

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini